44. Blood bonds on the ring

1K 245 32
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


. . .

Helai coklatnya dirayu deru angin bersama telapak kakinya yang digoda ombak. Bibir pantai yang menawan itu dipijak oleh laki-laki seorang diri. Bibir tebalnya terkatup, kosong hatinya memandang ujung laut yang bersinar jingga.

Tenggelamnya sang surya menumpahkan warna merah dan jingga yang saling bergandengan. Dibalik suara ombak yang bersahut-sahutan, ada sesuatu yang buat laki-laki itu terperangah. Di belakang punggungnya seolah seseorang tengah mengawasi ia.

Saat itu juga, lelaki tersebut berbalik. Betapa terkejutnya ia sampai-sampai jantungnya berdetak begitu keras.

Berdiri seorang gadis berambut panjang berwarna merah kecoklatan, yang melambai indah pelan-pelan. Bibir tipis dengan ranum merah jambu alaminya terangkat, gadis itu beri cerah pada wajah kusut laki-laki yang memandanginya.

"Jake," panggilnya, vokal indah dan menyenangkan di telinga itu buat hati Jake bergetar seketika.

Tanpa berlama-lama, Jake berlari dengan tatapannya yang buncah. Ia menarik gadis itu ke dalam dekapannya. Ia memejam dalam, perbedaan tinggi buat gadis tersebut terbenam pada dada bidangnya.

"Nona," bisik Jake. Tak mendapat jawaban apapun, tetapi Jake makin erat memeluk perempuan itu seolah akan menghilang jika dilepaskan.

Lama-kelamaan, tubuh 'nona' yang disebutkan oleh Jake terasa empuk dan nyaman. Namun, ketika Jake membuka matanya kembali, samar-samar ia melihat dinding kamarnya, nakas, lalu teriakan cicak.

Mendadak Jake memundurkan wajahnya dan sedikit menunduk, mendapati ia di atas tempat tidur sembari memeluk gulingnya. Erangan pun melayang dari mulutnya, Jake membenamkan dirinya pada bantal.

"Kenapa cuma mimpi!?" protesnya yang dibenam bantal, diikuti kakinya yang menendang-nendang kasur.

Tak lama, helaan napas kasar melayang di udara. Jake bangun untuk duduk di ujung kasurnya, menggaruk leher belakangnya. Ia tampak lesu dan kecewa. Kemudian tangannya menggerogoh kantong celananya, cincin berlian yang curi kini menjadi pencuci matanya dari bangun tidur.

Ya, bagaimanapun, itu akan sulit keluar dari Fortuna, barang-barangnya akan digeledah, penampilannya akan dicurigai, apalagi dia tidak punya surat resmi untuk keluar dari Fortuna sebagai orang biasa.

Sejak dua tahun lalu, Jake memilih untuk berpisah dengan dua bajak laut yang memiliki tujuan yang berbeda. Tentu saja, kakaknya tidak mengetahui keberadaan adiknya sekarang. Salahnya yang begitu tamak dengan uang sehingga masuk ke kapal yang salah.

Dia tidak bisa menahan diri dari obsesinya terhadap benda berkilau dan mahal. Kalau tahu ia akan berakhir di Fortuna, tempat paling buruk ditinggali oleh pencuri seperti ia. Beruntung kedok dan aksinya belum terbongkar berkat kepandaiannya berpura-pura menjadi penjual bunga pada pendatang baru.

PHANTOM'S WAY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang