Seseorang memanggil dari atas, membuka jendelanya. Mau tak mau Arienne menoleh, gelagapan. Air wajah perempuan yang awalnya panik, kaku sesaat. Tak ia sangka akan bertemu penjual bunga menyebalkan lagi, tetapi ia menyimpan khawatir kalau-kalau pria tersebut membocorkan keberadaan mereka, si penjual bunga merupakan salah satu penduduk Fortuna, kan?
"Kalian bajak laut?" Jake berseru kaget. Ia berkali-kali mengusap kedua matanya, mungkin saja saat ini ia sedang bermimpi.
Kompak para perompak tersebut menempelkan telunjuk mereka di bibir.
"Ssstt!" sahut keempatnya. Jake merapatkan bibirnya.
Juward mengimbau untuk segera meninggalkan tempat mereka sekarang, tampaknya salah seorang laksamana telah mengendus keberadaan mereka.
Buru-buru Arienne bangkit, menguatkan lututnya. Sementara buku yang ia curi bersama peta pulau Phantom di dekapannya semakin dieratkan.
Wajahnya semakin pucat pasi, Rosemary merasa aneh, apa yang terjadi pada tubuhnya? Sedangkan ia harus bergegas. Juward melirik, mengurungkan niatnya untuk berlari lebih dulu, ia berjongkok di depan Rosemary.
"Cepat naik!" cetus Juward.
Panas, Juward mengernyit heran, suhu tubuh tuan putri di punggungnya cukup tinggi. Juward memposisikan gendongannya dengan benar, lalu berlari membawa Rosemary, menyusul kedua temannya.
Carsein dan Arienne tidak punya petunjuk, keduanya lari tanpa mengetahui arah jalan. Arienne celingak-celinguk, membawa kakinya entah ke mana, yang penting jauh dari pasukan angkatan laut di belakang.
Sampai ketika gadis berambut merah kecoklatan, mengandalkan instingnya, berbelok tajam. Ia menabrak dada bidang di depannya hingga akan tersungkur. Dengan cepat, sebelum Arienne benar-benar kehilangan keseimbangannya, orang yang menabraknya menarik tangannya cukup kuat.
Napas mereka beradu, begitupun Carsein yang terkejut seseorang memergoki mereka melarikan diri.
Bersama kesadaran penuhnya, Arienne mengambil pasir di bawahnya, mendorong Jake, si penjual bunga dengan kasar. Arienne berpikir Jake bekerja untuk Fortuna, tentu saja berpihak pada angkatan laut.
Tanpa menyianyiakan waktu, Arienne menarik Carsein sembari memegang erat buku curian mereka untuk lekas pergi. Disusul Juward yang menggendong Rosemary di punggungnya.
Perih menyebar pada kedua matanya. Jake berteriak, "Sial! Tunggu!'
Jadi, mereka berlima saling mengejar.
"Jangan mengikuti kami, dasar bodoh! Biarkan kami kabur!" teriak Arienne bersama napasnya yang memburu.
Carsein mulai merasa dadanya akan meledak karena sesak. "Kapan aku bisa melaksanakan rencana akhir kita? Aku berada dalam batasku!"
Peluh bermunculan, Juward tetap berusaha gagah memapah Rosemary. Di belakangnya, Jake tak menyerah mengejar mereka.
"Aku berada di pihak kalian pada bajak laut! Aku bersumpah!" Jake meremas tas selempang besarnya seolah akan berpindah kota, kakinya mulai menyamai Juward. Hal itu buat Juward kesal.
Terlebih lagi Jake perlahan menyusul langkah Arienne dan Carsein. "Percayalah padaku, nona! Ini adalah penantianku selama dua tahun! Aku juga ingin meninggalkan pulau ini, aku seorang bandit!"
Mendengar kata bandit, mata Arienne menerjap. Langkahnya melambat, menyamai kaki Jake. Postur tubuh, suara, identitas seorang bandit miliknya benar-benar mengingatkan Arienne pada seseorang.
Begitupun Jake, ia menggebu-gebu. Tak pernah dalam hidupnya, berlari pada seseorang, dan menaruh kepercayaan begitu banyak.
Nona, apa kita sesungguhnya pernah bertemu sebelumnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
PHANTOM'S WAY
FantasyBACA SCYLLA'S WAY DULU YA *** Hampir dua tahun lamanya sejak Arienne kembali dari perjalanannya, gadis yang berhasil membawa kakaknya pulang. Kini ia hanya menghitung hari, berharap setidaknya teman-temannya mengabari. Namun, tidak ada tanda-ta...
