BACA SCYLLA'S WAY DULU YA
***
Hampir dua tahun lamanya sejak Arienne kembali dari perjalanannya, gadis yang berhasil membawa kakaknya pulang. Kini ia hanya menghitung hari, berharap setidaknya teman-temannya mengabari. Namun, tidak ada tanda-ta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yg mentalnya yupi tunggu 3 bab baru aja ok
***
Carsein menggenggam tangan yang mencekiknya. Wajahnya memerah oleh cengkraman kuat Warlock. Pierre hendak berlari, tetapi Jake menahannya. "Tunggu, jangan gegabah."
"Mundur ke belakang!" teriak Warlock. Anggota Caspian mau tak mau mengambil langkah mundur, sembari berwaspada.
"Ja... jangan mundur!" Napas Carsein tersedak. Penyihir itu merasakan dan mendengar sesuatu dari bawah sana.
Juward mengernyit. "Kau akan jatuh, bodoh!" Pierre semakin khawatir.
Di waktu yang sama, Arienne melepehkan racun yang berhasil ia keluarkan dari bahu Demian. Lidahnya terasa pahit. Ia tercengang mengetahui Carsein diambang kematian. Namun, ketika dirinya hendak melepaskan Demian dan berdiri, laki-laki itu menarik pinggangnya cukup erat sampai kaptennya kembali terduduk.
"Stay." Demian masih memejam, menenggelamkan wajahnya di antara bahu Arienne. Gadis itu menyela, "But Carsein─"
"Trust him. He'll be fine." Suaranya rendah dan pelan. Ada aliran aneh dalam tubuh Arienne, membuatnya kembali rileks.
"Just like this, for a minute." Ini kedua kalinya ia berada begitu dekat dengan Demian. Pertama saat gadis itu mengandalkan sang bangsawan untuk berenang ke dasar laut. Kedua, sekarang, ketika Demian hampir mati karena racun.
"There is something I want to tell you." Mendengarnya, Arienne membuka matanya jelas-jelas. Perasaannya jadi campur aduk.
Kembali di lapangan pertarungan, dimana Warlock menatap marah ke arah kelompok Caspian yang masih tetap bertahan. Urat di kepalanya menegang, marah karena anak buahnya dihabisi dan ia tahu gilirannya sebentar lagi. Maka, dengan satu gerakan kuat, ia melemparkan Carsein ke jurang dalam. Teriakan Carsein menggema, membuat hati teman-temannya berdegup kencang.
"Sein!" Pierre berteriak, berusaha berlari ke arah jurang, tetapi Jake dan Juward menahannya. Keringat Ethan sebesar biji jagung, ia memperhatikan ujung jurang lamat-lamat. North menggigit bibir dalamnya. Ini aneh bagaimana mereka menunggu sesuatu terjadi di langit tak berujung itu. Seolah mereka percaya Carsein melakukan sesuatu.
"Tenang, Pierre! Lihat baik-baik!" kata Juward dengan suara keras, mencoba mengatasi suara angin yang bertiup kencang. Rambut kelimanya berayun-ayun.
Di saat yang sama, di bawah jurang berlapis awan itu, terdengar suara raungan besar. Sesuatu yang sangat besar muncul dari dalam kabut tebal, melesat cepat menuju ke atas. Sebuah bentuk besar mulai tampak, menerobos awan dengan kecepatan luar biasa.