"ITU GEONEVAN!"
"Mana?"
"Aaaahhh, maooo pingsan!"
"Pleaseee, jadiin gue selir lo Geonevan! Gue iklas tanpa embel-embel apapun!"
"Tadi lo bilang apa? mau jadi selir Geonevan? woi, mending lo ngaca dulu hama parit! jadi pembantunya aja lo gak lolos seleksi!"
"Dih! emang boleh ya, ngomongnya se...menyakitkan itu?"
"Makanya sadar diri dong!"
"Lahh! lu pikir gue nge fly? dari tadi mata gue melek kali!"
Seperti biasa suara bising bersaut-sautan hanya untuk menyuarakan isi hati pada sosok yang malah acuh tak acuh tanpa ekspresi.
"Geonevan! gue mohon, sekali ini aja, tolong tatap mata gue!"
"Lah, bisa hipnotis orang lo sekarang?"
"Sudah stop, diem! kalau suka, jangan buat dianya risih! Contoh nih gue, bisa satu sekolah sama Geonevan aja udah bersyukur!"
"Iya bener! bahkan hanya dengan mengatakan jika seorang Geonevan si sendok emas keluarga Eldione satu sekolah sama kita, itu aja rasanya udah kek bisa mengangkat harkat dan martabat keluarga!"
"Tul! Sekeren itu emang!"
"Tapi tunggu dulu guys, dia kesiangan gak, sih? Soalnya tumben banget gue liat Geonevan di jam segini!"
"Iyaa juga yaa!"
"Udah jangan kebanyakan mikir! Yok buruan kita samperin ke bawah!"
"Enggak ahh, takut gue!"
"Iya-iya, mending liat dari jauh aja, dia itu tidak tersentuh, siapa yang bisa nyentuh dia, belum ada!"
"Ibu bapaknya!"
Begitu heboh mereka membicarakan sosok Geonevan, laki-laki tampan yang dijuluki pangeran SMA GUARDIANS.
Fakta yang tidak dapat dipungkiri jika segala hal yang berada dalam diri Nevan pastinya akan selalu menjadi pusat perhatian, orang-orang berlomba bersikap ramah selayaknya penjilat meskipun untuk sekedar di lihat, setidaknya mereka pernah tertangkap dalam radar mata seorang Geonevan.
"Gilaaaaaa! gilaa, gila! Amaze gue! Emang yaaa, pesona lo itu enggak pernah luntur, Van!" seru Dariel, yang tiba-tiba menyelinap dari arah samping dengan pandangan mata mengedar menatap sekumpulan siswi.
"Yaaa, gimana mau luntur, Riel! selain modal tampang sahabat kita ini juga modal uang! jadi gak heran gue mah!" kelakar Yeron menimpali, "tapi Van, tumben-tumbenan gue liat lo jam segini baru nyampe. Ohhh gue tahu, ini pasti karena lo ngitungin bintang lagi, yaaa!" tuduhnya, yang langsung mendapat pukulan nyaring di area kepala.
Plak!
Menyaksikan keakraban tiga sekawan itu membuat seorang siswi dari lantai dua langsung menjerit.
"GEONEVAN! GEPLAK KEPALA GUE AJA! GUE RELA KOK, GUE IKHLAS, GUE PASRAAAAAH!"
Teriakan tersebut menggema hingga mengundang perhatian seluruh murid tidak terkecuali Dariel.
"WOI BETINA! LO SADAR ENGGAK? KALAU KEPALA LO YANG DI GEPLAK YANG ADA ISINYA LANGSUNG LONCAT, BEGO! LO MAU, MEKANISME OTAK LO MAKIN GAK SEIMBANG?"
Yeron tidak mau kalah, ia ikut serta menambah gurauan tersebut, "SALAH LO, RIEL! JUSTRU ISI OTAKNYA SUJUD SYUKUR BISA KELUAR DARI TEMPURUNG KUMUH!"
"Ahaha! eh Van, lo mau gak gue buatin acara meet and great?" goda Dariel.
"Gue gak ada waktu buat ngurusin hal gak penting!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
RomanceDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)