"Bukannya tidak ingin menangis, hanya saja aku sudah lelah."
~ Vanilatte32
🌹🌹🌹
"Apa yang terjadi pada kalian?"
Curran mengerutkan keningnya, melihat wajah dan pakaian Rein, Yuda, Croft, Joy dan Moya pada hitam-hitam. Hanya Moku yang terlihat bersih di antara mereka berenam.
Rein menundukkan kepalanya. Dia tidak berani melihat wajah Curran setelah kembali bermain dalam keadaan kotor.
Seingatnya, dia melihat Joy yang wajahnya hitam saat makan ikan bakar. Lalu entah bagaimana bisa berakhir dengan seperti ini.
Rein melirik ke samping. Dia melihat Morgan yang berdiri tak jauh dari Curran, dengan tubuh bergetar dan mulut tertutup tangan.
'Aku yakin dia sedang menertawakan ku.'
Morgan menutup mulutnya untuk meredam suara tawa yang sedang dia tahan. Melihat Yuda dan Rein yang menundukkan kepalanya begitu Curran bertanya, terlihat sangat lucu baginya.
'Imutnya.'
Apalagi putranya, Yuda. Dia tampak berperilaku seperti anak kecil pada umumnya.
Seandainya saja Freya masih hidup, mungkin Yuda tidak akan seperti ini.
Mata biru pucat Morgan sedikit lebih redup.
Curran menghela napas panjang. Dia tidak mendapatkan jawabannya meskipun sudah bertanya pada mereka.
"Bersihkan diri kalian."
"Baik."
* * *
"Selamat malam semuanya."
"Selamat malam, Tuan Morgan."
"Malam, Ayah."
"Malam."
"Hm."
Curran memberikan tatapan tajam pada Morgan.
Pria itu bilang akan kembali setelah bertemu dengan anaknya, namun dia masih berada di kediaman ini hingga waktu makan malam tiba.
Curran menghela napas. Dia kembali memakan makanannya.
Kali ini, Blue mencoba sekali lagi memberikan piringnya yang sudah berisi potongan daging lalu memberikannya kepada Moku.
Meow.
Moku menoleh ke samping, dia melihat Blue yang mengetuk piring berisi daging potong di atasnya.
Moku memiringkan kepalanya.
Sepertinya kucing hitam itu memberikan daging tersebut untuknya.
Moku mengambil langkah mendekat, lalu memakan daging pemberian dari Blue.
Myuu Myuu.
Moku menggunakan ekornya untuk menepuk-nepuk kepala Blue sebagai ucapan terimakasih.
Tubuh Blue langsung membeku. Jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Dia tidak pernah menduga bahwa usahanya berhasil.
Farenzo mengerutkan kening, melihat Moku yang memberi daging menggunakan kaki depannya kepada Blue.
'Apa Blue yang menyuruhnya untuk di suapi?'
Farenzo mengerutkan kening semakin dalam. Dia pun mengambil tubuh Blue, sebelum Blue bisa memakan daging dari kaki depan Moku.
"Blue, kau bisa makan sen- "
Ucapan Farenzo terhenti begitu dia merasakan detak jantung Blue yang sangat cepat.
Pupil mata Farenzo bergetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly Became A Child
FantasyRein Croft, seorang pemuda yang meninggal akibat sebuah kecelakaan yang disengaja. Mengalami sebuah perpindahan jiwa ke dunia lain dan merasuki tubuh seorang anak kecil yang berusia 8 tahun. Di sana, dia ditemani oleh sebuah sistem yang akan membant...
