Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

62 Pulang

11.3K 1.4K 68
                                        

"Diam itu emas. Buktinya emas diam aja tuh."

🌹🌹🌹

Double up, ehe🤓

🌹🌹🌹

Kinara memiliki ekspresi kosong melihat dark elf bernama Vira memakan ikan bakar untuk kesekian kalinya.

'Sepertinya dia sangat lapar.'

Kinara merasa kenyang meski hanya melihatnya makan sebanyak itu.

"Apa ikan bakarnya enak?"

"Enak, sangat enak." Vira berseru dengan semangat. "Ini pertama kalinya aku memakan sesuatu seenak ini," lanjutnya.

Kinara mengangkat satu alisnya. "Memang, makanan seperti apa yang biasanya kamu makan?"

"Bubur hijau."

Rein memiliki ekspresi aneh di wajahnya. Dia memikirkan sayuran hijau yang di buat menjadi bubur, dan itu menyebalkan.

Rein menepiskan semua pikiran tentang bubur hijau.

"Vira."

"Ya."

"Bagaimana kalau kita mengunjungi tempat mu? Kita akan membawa semua ikan ini agar keluarga mu juga bisa memakannya, Bagaimana?"

Vira terdiam.

Dia merenungkan permintaan dari Rein. Itu karena, tempatnya berada di dalam tanah dan dia perlu melewati sekolompok monster untuk bisa menyelinap keluar dari sana.

"Kalian yakin?"

"Tentu saja."

"Benar, aku juga ingin tahu dimana kau tinggal."

Vira memperhatikan tiga anak manusia di hadapannya dan seekor rubah merah yang juga memandanginya.

"Baiklah."

"Benarkah?"

"Ya, tapi pastikan kalian berada di dekat ku selama perjalanan."

Rein dan Kinara saling memandang, sebelum akhirnya mengangguk setuju.

"Baik."

"Aku mengerti."

Vira tersenyum senang. Dia senang, karena akhirnya memiliki seorang teman yang seumuran dengannya. Dan sepertinya, mereka tidak risih atau menghina dirinya yang berbeda dengan mereka.

~ "Apa kita akan bermain?"

~ "Sepertinya, kita akan mengunjungi tempat baru."

Moya menyahuti ucapan Joy.

~ "Sepertinya seru."

Joy merasa bersemangat setiap kali dia bepergian ke tempat baru bersama dengan Rein dan yang lainnya.

Moku juga bersemangat seperti Joy. Dia mengibaskan ekornya ke kanan dan ke kiri.

* * *

"Kau yakin ini jalan masuknya?"

Kinara mengerutkan keningnya, melihat lubang tanah yang memiliki diameter lingkaran sekitar 100 cm.

"Benar, ini jalannya."

Vira menjawab dengan yakin.

"Kalau begitu, ayo masuk."

Rein melompat masuk ke dalam lubang, di ikuti Yuda lalu Moku.

Kinara melotot terkejut, melihat dua anak laki-laki yang langsung masuk ke dalam padahal yang mengetahui jalan adalah Vira.

"Apa kau mau masuk?"

Suddenly Became A ChildCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang