Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

74 Kau itu kuat

11.7K 1.2K 51
                                        

"Hah."

Napas Vira terengah-engah. Tubuhnya sudah tertutupi oleh serpihan debu, rambutnya acak-acakan. Tapi buah merah yang melayang di udara tidak memiliki goresan sedikit pun.

~ "Hihihi, ternyata main seperti ini juga seru."

Joy cekikikan melihat Vira yang mulai kelelahan. Dia menatap buah merah yang berada di pelukannya.

~ "Makan sedikit tidak apa-apa 'kan?"

Joy menatap bolak-balik antara buah merah dan Vira. Senyum cerah terukir di wajahnya.

~ "Joy hanya makan sedikit saja kok."

Crush Crush.

Joy menggigit buah merah tersebut, hingga membuat kedua pipinya mengembang. Dan terdapat sebuah lubang kecil membekas pada buah.

Vira kembali mengangkat busurnya, dia akan terus menyerang buah yang melayang menggunakan anak panah hingga berhasil.

Splash splash splash.

Moya menyerang Yuda menggunakan bola air, dia sudah mengatur kekuatan air miliknya yang hanya membuat Yuda basah kuyup.

Tapi, sedikit mengherankan.

Yuda benar-benar basah kuyup.

Penampilannya sangat berantakan.

Pakaiannya kotor, rambutnya basah, dan Moya dapat melihat bahwa Yuda sangat kewalahan dengan serangan yang dia berikan.

Moya tidak menyangka Yuda memiliki kemampuan menyerang yang mematikan, namun memiliki kemampuan pertahanan yang buruk.

Pantas saja Rein hanya meminta Yuda untuk bertahan tanpa menyerang.

Yuda mengeratkan rahangnya. Dia merasa kesal karena terus terkena lemparan bola air, seberapa cepat pun dia menghindarinya.

Mengapa dia harus menghindarinya? Bila dia bisa membunuhnya.

Mengeluarkan pisau kecil dari ruang penyimpanan, Yuda melempar pisau tersebut ke arah bola air berasal.

Splash.

Srett.

Tubuh Yuda tersentak.

Helaian rambut biru terpotong lalu jatuh ke pundak. Sensasi perih mulai terasa di pipi kanan Yuda.

~ "Manusia! Rein melarang mu untuk menyerang."

Yuda mengepalkan tangannya dengan erat. Setetes darah keluar dari pipinya, namun dia menghiraukan luka kecil itu maupun suara Moya yang terdengar oleh telinganya.

"Kau di larang memberi serangan balasan, yang perlu kau lakukan hanyalah menghindarinya. Kau dengar 'kan?"

Perkataan Rein terbesit di pikirannya. Yuda menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan.

Sekarang dia mengerti maksud dari perkataan Rein.

Akan ada masanya dia tidak bisa membunuh lawan, untuk itu yang perlu dia lakukan adalah bertahan.

Yuda tersenyum tipis.

Dia mengeluarkan kedua senjata Battle dance miliknya.

Moya mengerutkan kening.

~ "Manusia, bukankah Rein melarang mu untuk menyerang?"

Yuda menyeringai kecil. Dia mengambil langkah maju lalu menginjak salah satu senjata Battle dance sebagai pijakan untuk melompat.

Kemudian mengubah senjata menjadi puluhan panah kecil yang dia arahkan ke lokasi keberadaan Moya.

Set set set.

Suddenly Became A ChildCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang