Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

33 Lima menit

17.6K 2.2K 5
                                        

Tok tok tok.

"Masuk."

Curran masuk ke dalam ruang kerja Gilbert. Sedangkan Mark, berjaga di depan pintunya.

Curran melangkahkan kakinya, dia melihat Gilbert yang melepaskan kacamata dan menaruhnya di meja.

"Ayah memanggil?"

Curran bertanya dengan berdiri tepat di hadapan Gilbert.

Gilbert menghela nafas panjang. Lalu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh putranya.

"Itu benar."

"Apa terjadi sesuatu?"

"Keluarga Lester telah sampai di wilayah ini, dan akan datang besok kemari."

Curran mengerutkan keningnya. Bila keluarga Lester telah sampai di wilayah Crimson, itu artinya adalah masalah serius yang terjadi.

Curran mengetahui fakta bila keluarga Lester merupakan keluarga pembunuh yang menyamar sebagai pedagang, sekaligus pengirim pesan antara Benua timur dan Benua barat.

'Apa ini ada hubungannya dengan penyihir penjinak?'

Curran memiliki dugaan kesana, karena terakhir kali mereka datang kesini adalah saat munculnya sebuah organisasi kejahatan yang berhasil membantai suatu daerah.

Bila perkiraan Curran benar. Itu artinya organisasi tersebut cukup berbahaya, hingga keluarga pembunuh seperti mereka perlu turun tangan.

Curran menghela nafas.

"Ayah, aku akan ikut serta dalam pertemuan itu."

Gilbert terdiam sejenak, sebelum menyahuti ucapan Curran.

"Tentu, kau bisa melakukannya."

Curran mengangguk.

"Apa ada hal lain?"

"Tidak ada, kau bisa pergi."

"Kalau begitu, aku izin permisi."

Gilbert menganggukkan kepalanya.

Curran pun keluar dari ruang kerja milik ayahnya. Dia berjalan menuju lokasi kamarnya.

Sesampainya di dalam kamar, Curran melihat Rein yang sudah tertidur pulas dengan Moku yang tidur di sampingnya. Dan Joy yang tertidur di atas kepala Moku.

Sedangkan Croft, dia duduk di atas meja dekat dengan kasur. Sedang memandangi wajah damai Rein saat tidur.

"Kau belum tidur."

Croft mengalihkan pandangannya dari wajah Rein, dia menatap Curran yang naik ke kasur dan duduk di samping Rein.

[ Aku belum mengantuk. ]

Lebih tepatnya tidak bisa tidur layaknya manusia. Dia adalah sistem. Itulah kenyataannya.

Curran mengusap kepala Rein dengan lembut, tatapan matanya penuh kasih sayang.

"Tolong lindungi putraku."

Suara Curran memecah keheningan malam di antara mereka berdua.

[ Jangan mengatakan sesuatu yang sudah jelas. ]

"Aku mengerti."

Seulas senyuman lembut terlukis di wajah Curran.

[ Curran. ]

"Hmm."

[ Masterku tidak lemah. ]

Croft mengatakan kalimat itu dengan tatapan yang dalam saat memandang wajah Rein.

Suddenly Became A ChildCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang