Curran turun dari punggung Moku. Kemudian dia menyisir rambutnya yang basah ke belakang. Tatapan matanya melihat sekitar area hutan yang beberapa bagian menghitam.
Moku mengecilkan ukuran tubuhnya, lalu berjalan mendekati Bell. Kemudian, dia memukul makhluk bulat tersebut menggunakan kaki depannya.
Duk.
~ Myuu Myuu-
Moku yang baru saja ingin mengomeli Bell karena telah membasahinya dengan air, terdiam. Melihat ekspresi sedih yang di tampilkan oleh Bell.
~ Bell!
Bell memiliki ekspresi sedih saat dirinya di pukul oleh Moku, padahal dia tidak melakukan kesalahan.
Puk puk.
~ Myuu Myuu.
Moku mengelus bagian yang dia pukul di tubuh Bell. Dia juga mencoba menenangkan Bell yang ingin menangis.
"Tuan Curran."
Farenzo berjalan menghampiri Curran. Dia memperhatikan penampilan Curran yang basah kuyup. Lalu, dia mengambil kantung penyimpanan dan mengeluarkan sebuah jubah hitam yang cukup panjang.
"Tuan Curran, tolong gunakan ini agar anda tidak kedinginan."
Curran sedikit memiringkan kepalanya mendengar ucapan dari Farenzo, lalu tatapannya beralih ke tangan Farenzo yang terdapat jubah hitam.
Dia memiliki kemampuan atribut api, yang membuat tubuhnya tetap hangat di keadaan apapun.
Namun, dia tetap mengambil jubah hitam yang diberikan oleh Farenzo.
"Terimakasih."
"Tidak masalah, Tuan."
Curran menggunakan jubah hitam tersebut, yang membuat tubuhnya dari bagian pundak hingga kaki tertutupi oleh jubah.
Blue, yang sudah mengecilkan ukuran tubuhnya. Mematung di samping kaki Farenzo.
Melihat Moku yang terlihat cukup dekat dengan makhluk bulat jelek, tidak seperti dirinya yang keren dan gagah.
"Blue."
Langkah kaki Blue terhenti oleh suara Farenzo yang memanggilnya. Dia menoleh ke samping, melihat Farenzo yang sedang berjalan di belakang Curran.
Lalu, menatap kembali ke arah Moku yang masih menenangkan makhluk bulat.
Cinta pertama atau tuannya.
Blue berbalik, lalu berjalan untuk menyusul Farenzo.
~ Saya datang Tuan.
Tentu saja tuannya.
Farenzo yang telah menyelamatkan dirinya dalam kegelapan selama ratusan tahun. Dia juga yang membawanya keluar hingga bisa melihat betapa indahnya dunia.
Seekor rubah merah, memang sesuatu yang dia sukai. Namun, Farenzo merupakan seseorang yang sangat berharga untuknya.
Blue telah membuat keputusan, hanya melihat sang rubah merah bahagia itu sudah cukup untuknya.
Dan, dia tidak akan meninggalkan Farenzo sendirian.
"Kenapa bisa berdarah?"
Tangan Curran terulur ke depan, mengusap sudut mulut Rein yang masih terlihat sedikit darah di sana.
"Aku baik-baik saja."
Curran menghela napas, mendengar jawaban dari Rein. Dia ingin menggendongnya, tapi pakaian miliknya basah.
Curran mengurungkan niatnya untuk menggendong Rein, dia mengusap kepala Rein dengan lembut.
"Saya mengucapkan Terimakasih, karena anda telah membantu desa kami dari monster."
Drax, sang pemimpin half Ork datang menghampiri Curran.
Curran memasang raut wajah datar, dia memperhatikan Drax dengan seksama.
"Bisakah kita bicara."
"Tentu."
"Ayah."
Curran merasakan sebuah tarikan kecil yang menarik jubahnya, dia menundukkan kepalanya dan melihat putranya yang memasang wajah polos.
"Ada apa?"
Curran bertanya dengan mengusap kepala Rein lembut.
"Aku ingin bermain di sekitar sini, boleh?"
Curran menghentikan usapannya pada kepala Rein. Dia menoleh ke arah para half Ork yang berkumpul di depannya, dengan memberikan tatapan mata yang sedikit tajam dan menekan.
Hingga, half Ork wanita melangkah maju ke depan.
"Nama saya Eren, izinkan saya untuk menemani putra anda selama di sini."
Curran memperhatikan half Ork wanita yang bernama Eren, dia melihat sebuah belati yang berada di area pinggang dan kedua kakinya.
Dia kembali menoleh menatap wajah Rein.
"Boleh, pastikan kau tidak terluka."
"Aku mengerti."
~ Myuu Myuu.
~ Bell.
Rein berseru senang. Begitu juga dengan Moku dan Bell yang baru datang, dan berdiri di samping kaki Rein, dengan Bell yang berada di atas punggung Moku.
"Lindungi putraku."
Curran berkata dengan suara rendah.
"Saya mengerti."
Eren menanggapi dengan hormat. Dia akan melindungi putra dari seseorang yang telah menyelamatkan desanya.
"Mari."
Blue menatap ke arah Moku sebentar, sebelum akhirnya menyusul Farenzo yang mengikuti Curran.
"Saatnya berburu."
Rein memiliki seulas senyum tipis di wajahnya.
* * *
Vala double up nih😎
Oh iya, Rein sebentar lagi ketemu sama roh air. Dia cowok, kira-kira namanya siapa?
Soalnya Vala mal- ekhem, Vala tuh bingung cari nama buat dia.
Jangan lupa komen ya😉
Dan, kemungkinan Vala bakal update antara hari sabtu atau Minggu aja.
See you🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly Became A Child
FantasiaRein Croft, seorang pemuda yang meninggal akibat sebuah kecelakaan yang disengaja. Mengalami sebuah perpindahan jiwa ke dunia lain dan merasuki tubuh seorang anak kecil yang berusia 8 tahun. Di sana, dia ditemani oleh sebuah sistem yang akan membant...
