A/N - Maaf ya, telat sehari. Lagi sakit 🤧 Sehat2 ya, jangan males multivitamin. Enjoy 💗
- Kahala -
_________
"Nggak langsung?" tanya Andi.
"Nggak," jawab Sumi. "Permohonan, sih, udah beres. Lagi nunggu dikabarin prodi siapa dosen pembimbingya dulu, Bang." Sedotan es jeruknya diaduk-aduk sebelum diseruputnya.
(Program Studi)
"Pas ketemu pertama nanti, bakal dikasih surat pengantar; baru abis itu dibawa ke kantor," papar Sumi.
Andi mengangguk-angguk. Diambilnya pisau untuk mengiris sebongkah besar bakso, lalu dibawanya bongkahan itu ke mangkok berkuah Sumi. Gadis itu sontak panik menolaknya; onggokan sebesar kepalan di mangkoknya saja belum habis.
Sumi memandang dua mangkok besar di tengah-tengah meja. Sejujurnya, dia mengapresiasi sekali niat Andi merayakannya diterima magang.
Akan tetapi, ya ampun ..., bagaimana bisa mereka menghabiskan dua bilah rusuk sapi besar berbalut adonan bakso ini?? Porsinya jelas dikatakan untuk enam orang ... per bilah.
Diliriknya Andi; tampak makan dengan lahap melebihi pengunjung lain. Rumah makan bakso beraksen kuning kunyit itu penuh sesak. Desain pop muralnya seakan mengompori pengunjung untuk makan banyak.
Sekian kali pergi makan dengannya, masih takjub Sumi dengan selera makan Andi. Selain Sumi sampai sekarang masih selalu dibayari, banyaknya jajanan yang mereka beli membuatnya keheranan. Perut Andi seperti tak berdasar.
Tapi, kok, dia nggak gemuk, ya?
Diamatinya lelaki itu. Jaket denim kehitamannya sedang ditanggalkan; barangkali panas karena makan bakso dengan banyak sambal.
Kaos fit lengan pendek katun kelabunya tampak adem; cocok untuk pengapnya Kemayoran di Minggu malam.
Mata Sumi perlahan menelusuri lekukan-lekukan bahu dan lengan Andi.
Hatinya berdesir mengingat insiden sore tadi, saat dia menunggu Andi kelar kerjaan sampingannya di kolam renang hotel besar daerah Sudirman.
Jelas banget tadi: bodinya 'jadi'. Sama kayak Jaka, mungkin. Eh, apa gedean Andi, ya?
Hmm .... Kalo diliat dari bidangnya da--
Seolah tertampar, Sumi mengejap-ngejap dan bergeleng cepat.
Ngapain lo ngeliatiiin, cewek dongok! Kucing kebelet kawin lo?
"Puas liatinnya?"
Andi mengulum senyum diujung pertanyaannya. Dikuncinya pandangan gadis itu, seraya menyeka pelan tetesan kuah di bibir dan dagu belahnya dengan tisu.
Sumi gelagapan; wajahnya memanas. Dia ketahuan!
Sepasang lesung pipit berbingkai brewok tipis muncul; seakan minta dicolok. "Ternyata, kamu bisa gitu juga, ya, Non."
Mampus. "Ih! Bang Andi ke-pe-de-an!"
Menyebalkan. Ingin Sumi jejali mulut lelaki yang kini tergelak dengan rusuk sapi ini!
* * *
Baru kali ini Sumi berada di bagian atap suatu gedung tinggi. Gemerlap deretan gedung-gedung tinggi lainnya di kawasan Setiabudi, serta bentangan pusat perekonomian Jakarta di horizon begitu memukau.
Dia sering ngopi ke sini? Duit darimana; jual ginjal?? Tapi ..., barista sama pelayannya pada kenal tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Miss Bakwan & 3 Men [Romantic Suspense & Thriller - 𝔻𝕌𝕆𝕃𝕆𝔾𝕀]
Romance[𝚅𝚘𝚕. 𝟷 𝙳𝙾𝙽𝙴] Mahasiswi UI, Sumi, dipaksa ibunya pakai kebaya, sanggulan, dan berdandan layaknya ke kondangan enam hari dalam seminggu. Itulah tradisi bisnis bakwan pusaka keluarganya terlepas panasnya Jakarta Timur. Hal yang kerap mengundan...
![Miss Bakwan & 3 Men [Romantic Suspense & Thriller - 𝔻𝕌𝕆𝕃𝕆𝔾𝕀]](https://img.wattpad.com/cover/346097787-64-k421294.jpg)