VOL. [1] - 34 - Gosong Dicari

70 6 8
                                        

Mematung.

Apalagi yang bisa dilakukan Sumi? Tubuhnya panas dingin. Mual.

"Istri ...?" Lidahnya bagai tersilet.

Wanita itu mengangguk; menghela napas. "Iya; saya istrinya." Kepalanya dimiringkan sedikit; alis sempurnanya tersimpul. "Mbak nggak tahu?"

Sumi bergeleng, pelan sekali. Mulutnya mengatung.

Bang Andi punya istri ...?

"Ini beneran, Mbak?" tanya Sumi lirih.

Setelah terdiam sejenak, wanita itu mengutak-atik ponsel di tangannya; lalu tampak menelepon seseorang.

"Halo? Sayang?" sapanya ketika tersambung; berbalik memunggungi Sumi. Tak tertangkap yang dikatakannya setelah itu.

Ponselnya diserahkan ke Sumi tak lama kemudian. Wanita itu mempersilahkannya berbicara dengan orang yang terhubung.

Sumi mengangkat ponsel ke kupingnya. "Halo ...?"

"Sumi."

Matanya membelalak.

Suara itu .... Alunan namanya itu ....

Siapa lagi?

Andi.

"Abang ...?" Tercekat suaranya. "Ini beneran?"

Tak ada balasan.

"Abang? Jawab: ini bener?" desak Sumi.

"Iya."

"Serius?"

"Iya. Maafin aku."

"Terus ...." Sumi mengernyit. "Maksud Abang semalem ..., ini?"

Andi membisu lagi.

"Bang Andi ...?"

"Maafin aku, Sumi."

Mata Sumi memburam; napasnya mencepat. "Kenapa ...?

"Maafin aku."

Penjelasan macam apa itu?

Wanita di depannya mengisyaratkan meminta ponselnya dikembalikan.

Sumi gagal menghilangkan gemetar tangannya saat menyerahkan kembali ponsel itu, yang kini terasa seberat batu bata.

"Udah, ya," ucapnya ke ponsel. "Aku tutup dulu." Sang wanita lalu tersenyum datar kepada Sumi. "Mbak sudah tahu apa aja tentang suami saya?"

"Tahu ...?" Benak Sumi terlau kacau untuk mencerna pertanyaan itu.

"Iya. Andi cerita apa aja tentang hidupnya?" Wanita itu menyipit.

"Dia ... nggak pernah cerita apa-apa. Saya cuma tau dia ngojol, sama doyan makan." Seketika, menerka arah pertanyaannya, mata Sumi melebar. "Nggak pernah ada bilang dia udah nikah; boro-boro jelek-jelekin Mbak."

Itu, 'kan, maksudnya?

Jawaban yang sepertinya dipercaya oleh wanita itu, yang mengangguk singkat setelah mencermati Sumi. "Saya bisa lihat: Mbak betulan syok. Saya minta maaf atas kelakuan suami saya. Dia nggak akan ganggu Mbak lagi. Mohon, Mbak nggak nyoba nyari dia juga."

"Mbak." Sumi mengejarnya keluar pintu setelah wanita itu pergi, yang kemudian menengok keheranan. "Saya minta maaf; saya bener-bener nggak tau, kalo ... kalo Andi ...." Mulutnya kering. "Udah nikah. Kalo saya tau ...."

Miss Bakwan & 3 Men [Romantic Suspense & Thriller - 𝔻𝕌𝕆𝕃𝕆𝔾𝕀]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang