A/N - Makasih msh trs mendukung 🙇🏻♀️✨! Welcome para pembaca yg br gabung 🙋🏻♀️. Kita simak Babang Jaka bongkar ttg Antaka. Enjoy 💙
- Kahala -
________
Sumi menyipit ketika kilat menyambar di cakrawala atas bukit, disusul gelegar guntur. Ruang kerja rumah kini menggelap; mendung menguasai langit.
"Pernah denger Zoelkifli Loebis?" tanya Jaka.
Sumi menggeleng.
"Itu pionir intelijen Indonesia; perwira tentara yang ngebentuk organisasi intel pertama di '45 setelah kita merdeka."
"Antaka?" tebak Sumi, menegakkan duduknya.
"Bukan. Jadi gini, awalnya pas zaman Jepang, beliau masuk pusat pelatihan pemuda—semimiliter; terus karena nonjol pinternya, sama Jepang dia dikirim sama puluhan lainnya ke sekolah perwira khusus di Tangerang: Seinen Dojo; untuk intel.
"Beliau angkatan pertama: awal tahun '43; semuanya pemuda pilihan dari pusat pendidikan militer se-Jawa. Bareng Daan Mogot dan Soeprijadi; tau mereka, 'kan?"
Mata Sumi melebar; dia mengangguk-angguk.
"Mereka dilatih sejarah dunia, tempur, amé ilmu intel: taktik, spionase, kontraintelijen, propaganda, konspirasi, intai, penghubung, kamuflase, sabotase.
"Loebis lulusan terbaik, sampe ditunjuk ngelatih anggota PETA; muridnya termasuk presiden kedua kita. Ada satu pemuda seangkatan Loebis: Y.A. Soependa; dia terbaik kedua.
(Pembela Tanah Air — organisasi paramiliter pribumi zaman okupasi Jepang)
"Mereka berdua dikirim magang ke Singapur; dulu markasnya dinas rahasia intel Jepang—Fujiwara Kikan—buat Asia Tenggara; digembleng lagi di sono, langsung praktek.
"Keduanya ramah, jago mupuk kepercayaan orang. Bedanya, contoh, kalo ada target operasi lumpuhin musuh: Loebis maennya halus, sabar—kagak mesti tempur, konfrontasi atau bunuh kalo bisa kecapai tujuan misi; Soependa lebih ... 'dingin': kalo bukti udah cukup dan jelas, bunuh.
Sumi bergidik; kata itu mengingatkannya akan ucapan Tribowo yang tempo hari terdengarnya. Itu saja dia belum cari tahu.
"Abis merdeka," Jaka meneruskan, "Loebis diriin badan intel pertama, tapi dibubarin tahun '46 karena anggotanya—macem-macem background-nya—suka semena-mena. Mungkin karena pelatihannya juga cuma seminggu.
"Diganti jadi BRANI—Badan Rahasia Negara Indonesia, baru ini agen-agennya profesional; jebolan Seinen Dojo dan perwira-perwira yang dilatih Loebis dan Soependa sendiri di program intel Ambarawa.
"Soependa—lebih seneng di belakang layar—setia nemenin. Diperkirain, dia yang ngabisin banyak mata-mata Belanda. Kamu inget, Sum, itu masa-masa negara kita kagak stabil? Agresi Belanda, pemberontakan, konflik internal pemerintah?"
"Iya," jawab Sumi.
"Terutama Komunisme yang udah mulai masuk. Amir Sjarifoeddin, Menhan waktu itu, sampe bubarin BRANI; dibikin jadi unit kecil di badan intel buatannya: berbasis sipil, bukan militer.
"Loebis nuding dia Komunis, dan mau nyerahin intel ke para Komunis. Taunya bener, karena Amir ikut andil di kejadian PKI Madiun '48.
"Tahun '52, abis bersihin intel dari agen yang terlibat PKI, Loebis diriin BISAP—Badan Informasi Angkatan Perang—buat ngasi info stratejik ke Menhan sama KSAD; tapi kagak optimal kerjanya, karena beliau mesti ngadepin politik internal tentara.
(Kepala Staf Angkatan Darat)
KAMU SEDANG MEMBACA
Miss Bakwan & 3 Men [Romantic Suspense & Thriller - 𝔻𝕌𝕆𝕃𝕆𝔾𝕀]
Romance[𝚅𝚘𝚕. 𝟷 𝙳𝙾𝙽𝙴] Mahasiswi UI, Sumi, dipaksa ibunya pakai kebaya, sanggulan, dan berdandan layaknya ke kondangan enam hari dalam seminggu. Itulah tradisi bisnis bakwan pusaka keluarganya terlepas panasnya Jakarta Timur. Hal yang kerap mengundan...
![Miss Bakwan & 3 Men [Romantic Suspense & Thriller - 𝔻𝕌𝕆𝕃𝕆𝔾𝕀]](https://img.wattpad.com/cover/346097787-64-k421294.jpg)