Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Pertemuan Yang Tidak Diinginkan

541 4 0
                                        

“Mikayla, akhirnya kita bertemu lagi setelah sekian lama kita berpisah. Aku sangat rindu sekali sama kamu, Mika.” Datanglah seorang pria menghampiri Mika, dan tak asing sekali Mika dengan suaranya.

Mika menoleh kearah suara itu dan ternyata si b*rengsek yang muncul di hadapannya.

Seketika mata Mika melotot dan memanas.

Ingin rasanya Mika teriak sekencang-kencangnya dan menampar manusia itu berkali-kali.

Luka lama yang sudah hampir hilang kini muncul Kembali.

“Ngapain kamu disini? Pergi dari hidupku, pergiiiiiii..!!!!” teriak Mika hingga membuat Ali menoleh ke arah suara teriakan Mika.

Dengan cepat Ali menghampiri Mika, dan dengan cepat pula, Ali mendorong tubuh Zaki hingga membuat tubuh Zaki terhuyung.

Suasana Kafe malam itu menjadi sedikit rusuh.

“Bro, santai, Bro.” Ucap teman Zaki yang saat itu datang bersamanya.

“Gue udah bilang berkali-kali, jangan pernah ganggu Mikayla. Setelah apa yang sudah Lo perbuat ke dia apa masih belum cukup puas?” Amuk Ali seraya menunjuk-nunjuk wajah Zaki menggunakan jari telunjuknya.

“Sorry, Bro. Gue cuma mau minta maaf sama Mika saja, bro. Nggak lebih!” Bela Zaki kepada Ali.

Ali menggelengkan kepalanya pertanda tidak setuju.

Mika pun berlindung di balik tubuh Ali, Mika memegang jaket Ali dengan erat.

Dengan sigap Ali memegang jemari Mika menandakan jika ia ingin segera membawa Mika pergi dari tempat itu.

Sungguh merusak suasana saja si Zaki ini.

“Gue ingatkan ya berkali-kali, gue nggak mau Mika kenapa-napa lagi. Suddah cukup jelas belum peringatan dari gue ini, hah?”

“Bro, kita bisa bicarakan dengan kepala dingin, bro. Jangan kayak begini lah malu dilihatin banyak orang begini.”

“Siapa yang memulai?”

“Iya gue, bro. Gue minta maaf. Gue mau minta maaf ke Mika.”

“Nggak perlu!”

Ali segera menggandeng Mika untuk turun dari Kafe itu, karena mereka sedang berada di lantai dua.

Mika pun tak banyak bicara, karena Mika tahu Zaki pasti akan lebih banyak lagi bicaranya.

“Mika, maafkan aku, Mika.” Mohon Zaki saat Mika dan Ali melewati dihadapannya.

Dengan sigap Ali menepis tangan Zaki yang berusaha ingin menyentuh tangan Mika.

Mika menangkap mata Zaki yang ingin sekali mendapatkan maaf darinya.

Namun bagaimanapun Mika sudah terlanjur sakit hati dibuatnya.

Mata Mika dan Zaki saling pandang saat Mika menuruni anak tangga, Mika masih tetap digandeng oleh Ali.

Sorot mata Zaki masihlah sama, sama seperti ketika keduanya masih menjadi sepasang kekasih.

Seperti lima tahun silam.

***

Flashback..

Saat ini kita akan memasuki masa-masa lampau untuk beberapa tahun kebelakang.

Jadi mohon diperhatikan dengan baik-baik, dan sampai bingung untuk membaca kisah selanjutnya.

Beberapa tahun silam..

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang