" Lo lihat ini. Mika masih selamat. Bahkan dia udah dipertemukan sama Ali." Ucap Hoodie Merah menunjukan story Sosial Media Ali dengan caption "Jika Allah sudah berkehendak, apapun jalannya pasti akan dapat kita tempuh, meet again with this little girl"
" Ternyata Mika masih hidup. Gue pikir dia udah mati kak." Jawab Hoodie Hitam.
" Kita harus membuat strategi lagi. Buat menghancurkan mereka berdua." Ucap Hoodie Merah sambil menghisap cerobong asapnya dan menenggak segelas alkohol.
" Siap kak." Sahut hoodie hitam.
Kedua manusia berhoodie berada di sebuah gudang. Lebih tepatnya sebuah rumah tua yang sudah tidak berpenghuni sejak lama.
***
" Kamu kenapa belum tidur Mika?" Tanya Ali yang langsung duduk mendekati Mika.
Mika seperti biasa, duduk di tempat favoritnya. Tempat dimana ia dapat melihat bulan dan bintang secara jelas.
Ucapan Ali membuyarkan pandangan Mika yang tengah memperhatikan bintang berkedap - kedip.
" Belum ngantuk. Duduk sini bang." Jawab Mika sambil mempersilahkan tempat untuk Ali.
Ali langsung duduk di samping Mika.
" Enak ya disini." Ucap Ali.
" Apalagi ditemani kamu." Imbuh Ali.
Mika kemudian menoleh kearah Ali dan tersenyum.
Ali pun menatap wajah Mika dan membalas senyuman Mika.
Mika kembali menatap langit - langit yang penuh dengan bintang - bintang serta bulan yang terang di atas sana.
" Bang, siapa sih yang udah tega buang aku kesini?" Tanya Mika dengan nada lirih.
" Hemm.. Aku juga ga tau Mik. Pelaku nya belum ketemu. Tapi kalau mobil yang membawa kamu udah ketemu nomor polisi nya. Hanya aja, keberadaan itu mobil sampai sekarang belum juga ditemukan." Jawab Ali.
" Siapa yang udah jahat sama aku ya? Padahal aku selalu berusaha buat ga jahat sama semua orang." Ucap Mika kembali.
" Terakhir yang jenguk kamu siapa?" Tanya Ali.
" Kak Zidan." Jawab Mika singkat.
" Zidan? Setelah itu?" Tanya Ali kembali mulai penasaran.
" Ga ada lagi, setelah itu aku main ponsel lalu tidur. Tapi pas aku tidur sekitar dini hari mungkin, tiba - tiba ada yang bekap mulut aku. Aku sempat melihat ada dua orang pakai penutup wajah. Sempat aku ingin buka penutupnya tapi setelah itu pandangan aku gelap dan aku ga ingat apa - apa lagi." Jelas Mika yang begitu didengar baik oleh Ali.
Ali mengangguk perlahan.
" Semoga pelakunya segera tertangkap ya Mik. Aku juga penasaran siapa dalang dibalik semua ini." Jawab Ali.
" Iya bang." Jawab Mika.
Ali tampak memperhatikan Mika dengan seksama. Setelah kejadian ini, Ali merasa Mika sedikit berubah. Berubah lebih banyak diam dan tidak seceria dan secerewet dulu.
Mika sangat fokus menatap langit - langit. Angin semilir menerpa wajah keduanya. Membuat cuaca menjadi begitu dingin.
Ali mencoba meraih tangan Mika dan ia segera meraih jemari tangan Mika.
Mika yang menyadari itu hanya menoleh dan tersenyum kembali pada Ali.
" Mika, aku ga tau lagi bagaimana nasibku kalau ga bisa ketemu sama kamu. Mungkin aku akan gila. Aku benar - benar kehilangan kamu. Andai malam itu aku langsung datang ke RS buat menemani kamu tanpa menanyakan ke kamu ingin ditemani atau ga. Mungkin kamu ga akan seperti ini." Ucap Ali dengan begitu sedih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
