Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bertemu Dengan Keluarga Baik

78 1 0
                                        

" Ada apa Ayu? Mayat apa? Mana mayatnya?" Tanya Ilyas ketika sudah mendekat.

" Ini Mas, ada Mayat perempuan. Ayu takut Mas." Tunjuk Ayu pada Ilyas.

Seorang gadis telah tergeletak didekat pohon besar. Tubuhnya berlumuran darah dan bercampur dengan tanah.

Ilyas langsung mengecek keadaan gadis itu.

Terasa nadinya masih berdenyut, pertanda gadis itu masih bernapas.

" Masih hidup Yu. Dia belum meninggal." Ucap Ilyas pada Ayu.

Ayu segera menyibakan rambut panjang gadis itu yang menutup sebagian wajahnya.

" Cantik banget Mas." Ucap Ayu.

" Ayo Yu, kita bawa ke rumah. Kamu bawa kayu dan ikannya bisa ga Yu? Mas mau gendong gadis ini." Perintah Ilyas pada adiknya.

" Bisa Mas, tapi agak sulit. Ga apa - apa deh aku bisa kok." Jawab Ayu yang langsung menggendong kayu di punggungnya. Lalu menenteng ikan hasil tangkapannya tadi di sungai.

Ilyas langsung mengangkat tubuh gadis itu dan segera menggendongnya.

" Ayo Yu, kita pulang. Kita lewat jalan pintas aja supaya cepat sampai rumah. Kasihan gadis ini harus segera diobati." Ucap Ilyas kembali.

Keduanya langsung menyusuri jalan pintas. Mereka memotong jalan agar cepat sampai ke rumah.

Tidak membutuhkan waktu lama. Kurang lebih lima belas menit keduanya sampai dirumah yang bernuansa gubuk.

Rumah yang jauh dari kata sempurna. Sangat sederhana. Namun sekeliling rumah gubuk itu sangatlah indah. Terdapat persawahan terasering dan aliran mata air dari Gunung Sindoro yang akan berakhir ke aliran sungai.

" Siapa yang kamu bawa Ilyas?" Tanya Bu Nungki pada anak nya.

Bu Nungki adalah seorang janda. Sekitar lima tahun yang lalu suaminya meninggal saat sedang berada di proyek jembatan di desa seberang.

Ia kecelakaan saat menjadi kuli di proyek tersebut.

Kini ia tinggal bersama kedua anaknya Ilyas dan Ayu.

Ilyas berusia 22th dan Ayu berusia 9th.

Jarak keduanya memanglah sangat jauh.

Impian Ilyas untuk melanjutkan kuliah, ke jenjang yang lebih tinggi harus kandas karena ia harus beralih menjadi tulang punggung keluarganya.

Sedangkan ia harus membiayai adik satu - satu agar tetap melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih baik.

Pendidikan Ilyas hanya sampai sekolah menengah atas saja. Namun bagi Ilyas, sampai di tahap posisi itu sudahlah sangat cukup. Masih banyak teman - temannya yang tidak dapat melanjutkan sekolah karena terhalang oleh biaya.

Ibu Nungki sendiri adalah tukang pijit panggilan. Namun ia hanya ingin menerima panggilan pada pelanggan wanita saja. Karena amanat mendiang suaminya, jangan menerima panggilan pijitan untuk laki - laki, cukup wanita saja.

Dan sampai sekarang Bu Nungki menjaga amanat dari sang suami.

Akan tetapi, untuk saat ini ia sedang libur menerima panggilan. Karena kakinya sedang sakit.

Tidak sengaja saat pulang dari memijit, ia menginjak pecahan beling yang dibuang warga dengan sembarangan. Yang mengakibatkan kaki Bu Nungki luka cukup dalam.

" Bu, kakak ini kasihan Bu. Aku dan Mas Ilyas menemukan di tepi lereng sana Bu. Aku kira sudah menjadi may..." Ucap Ayu yang tidak ia lanjutkan karena Bu Nungki sudah memotong pembicaraannya.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang