Melihat Mika tidur di atas sofa dengan pakaian yang sangat menggoda iman membuat terkejut dan menelan saliva.
" Ya ampun Mikaaaa!!!!!" Ucap Ali dengan nada sedikit tinggi.
Ali menggelengkan kepalanya. Sungguh pemandangan indah di depan matanya. Membuat tubuh Ali yang lelah perjalanan menjadi semangat dan bergairah.
Wajar ya namanya juga laki - laki.
Liat yang bening - bening apalagi dengan pakaian yang menggoda siapa sih yang tidak tergiur? Hehehee.
Ali langsung berjalan menuju pintu utama untuk menguncinya dengan rapat.
Segera ia menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Ia membiarkan Mika tertidur dengan nyenyak.
Sampai kamar ia sungguh takjup karena kamarnya sudah harum dan rapi. Mungkinkah Mika yang membereskan semuanya?
Setelah melepas semua pakaian nya. Ali mengguyur tubuhnya dengan air karena sudah sangat lengket sekali.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Ali membersihkan tubuhnya.
Ia memakai pakaian santai dan segera turun ke bawah untuk melihat kondisi Mika.
Benar saja, Mika masih nyenyak dengan posisi yang sama seperti terakhir Ali lihat.
" Waduhhhh, Mika Mika ini mah bikin pingin doang sih." Celetuk Ali yang langsung berjongkok menghadap tubuh Mika.
" Mik, Mik bangun! Pindah ke kamar sana!" Ucap Ali seraya menggoyang - goyangkan tubuh Mika supaya Mika lekas bangun dari tidurnya.
Tidak ada pergerakan dari Mika. Sepertinya hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Mika.
Melihat tidak ada aksi apa - apa dari Mika.
Terpaksa Ali membopong tubuh Mika.
Ali mengangkat tubuh Mika dengan pakaian Mika yang sangat minim dan tipis.
Tercium aroma tubuh Mika yang membuat gairah Ali memuncak.
" Huhhh tahan, tahan! Kenapa dia pakai pakaian seperti ini sih? Mentang - mentang dirumah ga ada orang." Gumam Ali yang telah mengarahkan tangannya pada bawah tubuh Mika.
Setelah berhasil mengangkatnya, Mika malah merasa nyaman dan makin nyenyak saja.
Ali membopong menaiki anak tangga dengan sangat pelan, bahkan bagian dada Mika sedikit menyentuh kulit Ali yang berlapiskan kain.
Sampailah di kamar Mika yang ternyata sudah harum dan rapi, Ali semakin percaya bahwa semua ini yang merapikan adalah Mika.
Pantas saja Mika terlihat sangat kelelahan dengan tidur yang sangat nyenyak.
Ali membaringkan tubuh Mika diatas ranjang empuk.
Segera ia meninggalkan Mika agar dapat beristirahat dengan nyaman.
Ali kembali turun ke bawah dan berjalan ke area dapur.
Rupanya telah ada masakan yang sudah terhidang namun sepertinya belum sama sekali di colek untuk di makan.
" Makanannya masih utuh? Apa jangan - jangan Mika belum makan?" Gumam Ali yang melihat di wastafel tidak ada satu pun piring kotor di sana.
Ia mengecek sekeliling dapur yang telah Mika bersihkan.
Karena dengan rasa penasaran Ali juga mengecek ke bagian belakang.
Ternyata semua pakaian kotor telah di cuci dan sudah di jemur dengan rapi termasuk pakaian Ali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
