Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Sendirian

117 2 0
                                        

" Ahhh kok ga bisa tidur sih?" Gumam Mika yang hanya bergulang - guling ke kanan dan ke kiri.

" Tapi mata aku ngantuk banget, kenapa ga bisa tidur begini?"

Mika segera meraih ponselnya. Dan segera mencari kontak yang diberikan nama "My Mom"

Segera ia pencet tombol Video Call.

Tidak membutuhkan waktu lama Naila mengangkat panggilan Video dari Mika.

" Assalamu'alaikum Mama."

" Waalaikumsalam anak mama yang cantik. Tumben video call mama? Ada apa nih? Kangen ya?" Tanya Naila dengan nada yang riang.

" Aku ga bisa tidur Ma, aku sendirian dirumah. Padahal mata aku ngantuk banget Ma." Ucap Mika dengan manja.

" Ohh ya ampun kamu ga bisa tidur? Loh si Al kemana memangnya?"

" Bang Ali dinas ke Semarang tiga hari. Aku ditinggal sendirian."

" Pantas aja kamu sendirian dirumah. Ya sudah kamu sholat dulu aja. Sudah sholat isya belum?"

" Ohh iya belum."

" Ya sudah sholat dulu, nanti setelah itu baru bisa tidur deh."

" Iya ya Ma. Mama lagi apa? Mika kangen pingin pulang ke Jogja."

" Mama sedang menonton televisi nih sama Papa."

" Tante Dian sama Om Omar kemana? Sarah kemana juga?"

" Tante sama Om kamu lagi pergi sama Hasan jenguk Nadhifa di Pesantren. Mungkin sebentar lagi pulang. Kalau Sarah sudah tidur. Tadi lelah habis bermain dengan teman - teman nya." Jelas Naila pada Mika.

" Ohhh, ya sudah aku sholat dulu ya Ma. Semoga bisa langsung tidur pulas."

" Iya sayangku, Good Night."

Mika langsung memutuskan panggilannya.

Segera ia bergegas menuju toilet untuk mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat Isya.

Benar saja setelah sholat Mika langsung merasakan rasa kantuk yang mendera.

Ia membaringkan tubuhnya, berdo'a lalu terlelap.

***

" Sayang, kapan ada waktu lagi kita pergi bareng keluar kota?" Tanya seorang pria berjas silver yang tengah duduk disebelah Janice dengan menggenggam jemari lembut Janice.

" Nanti lah sayang, kalau pas ada tanggal merah saja. Jadi waktunya lebih lama kita berduaannya." Sahut Janice dengan manja disebelah pria berjas berwarna silver itu.

Tok.. Tok..

" Permisi Bapak Dewa, ini ada beberapa berkas yang harus di tandatangani ya Pak." Ucap Sekretaris di perusahaan dimana Janice bekerja dengan mengetuk pintu dan berdiri disebelah pintu.

" Oke, tinggalkan saja dimeja kerja." Jawab Dewa.

" Baik Pak Dewa." Sekretaris itu meletakkan beberapa berkas lalu kemudian pergi meninggalkan Dewa dan Janice.

" Ayolah sayang, kita harus keluar kota. Menikmati indahnya pemandangan diluar sana. Dan jangan lupa selalu puaskan aku." Pinta Dewa seraya merengek layaknya bocah yang sedang meminta sesuatu pada Ibunya.

" Ya sudah, kapan mau nya?" Tanya Janice yang langsung beranjak dan duduk dipangkuan Dewa dengan tatapan menggoda.

" Bagaimana kalau sekarang?"

" Sekarang? Yang benar saja kamu sayang." Tanya Janice tampak penasaran.

" Iya sekarang. Yuk siap - siap." Ajak Dewa pada Janice. Tak luput ia mendaratkan kecupan pada bibir merah milik Janice yang sangat menggoda.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang