Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Ali Harus ke Jakarta

80 1 0
                                        

Rumah terasa sangat sepi. Naila, Rozak dan Sarah sedang pergi. Sedangkan Hasan sudah pergi entah kemana. Hasan gemar sekali keluyuran.

Tinggalah Mika dan Ali hanya berdua di kamar.

" Mik, aku harus balik ke Jakarta secepatnya, karena ada kasus yang harus segera aku tangani. Kamu mau sekalian atau bagaimana?" Ali memberikan penawaran kepada Mika. Ali berjalan menuju ranjang Mika dan terduduk di tepi ranjang.

" Aku belakangan aja. Liburanku juga masih panjang." Jawab Mika yang sedang memainkan ponselnya sambil berbaring di ranjang.

" Baiklah, sampai kapan nanti kamu di Jogja?" Tanya Ali mulai penasaran dan khawatir jika nantinya Mika akan stay terlalu lama di Jogja.

" Belum tau." Sahut Mika singkat.

Hari ini Mika sedikit cuek dengan Ali. Karena malamnya Ali sempat menceritakan tentang Amira bahwa keduanya sudah saling chat dan terlihat mulai akrab.

Bahkan Ali pun sering sekali menyinggung dan menanyakan tentang bagaimana tipikal Amira.

Membuat Mika menjadi geram dan enggan berbicara dengan Ali.

Katanya ia adalah prioritas Ali? Tapi apa? Ali malah membicarakan Amira terus seolah - olah Mika terasa terasingkan.

" Jangan lama - lama ya, nanti aku kangen sama kamu." Pinta Ali yang langsung menarik jemari tangan Mika.

Namun Mika langsung menepisnya kasar.

" Biar kangen juga nanti ada cadangannya di Jakarta. Ga usah diambil pusing lah!" Jawab Mika dengan ketus. Ia masih tetap memainkan ponselnya tanpa ingin menatap ke arah wajah Ali yang sudah sedari tadi dihadapannya.

" Maksudnya apa?" Ali langsung menarik dan mengambil ponsel Mika.

Membuat Mika sontak menatap Ali dengan kesal.

" Kemarikan ponselku." Pinta Mika yang mencoba meraih dari tangan Ali.

Namun Ali mengangkat nya jauh ke atas. Membuat Mika tidak dapat menjangkau nya.

" Bang please, mana ponselku."

" Jawab dulu. Maksudnya apaan ucapan kamu tadi?"

" Iya kan di Jakarta kamu banyak cadangan."

" Cadangan apa maksud kamu?" Ali mengerutkan dahinya.

" Ya kan ada Janice, ada Amira. Kamu bebaslah ketemu mereka. Ga usah pikirin aku selama disini." Jawab Mika.

" Kamu ngaco! Kamu maunya seperti itu? Yakin? Ikhlas?" Tanya Ali meminta kepastian.

Mika terdiam, namun dalam hatinya tidak rela melepaskan Ali kembali ke Jakarta lebih awal.

Air mata pun menetes dari kelopak mata Mika.

Mika terisak dan langsung memeluk Ali dengan sangat erat.

" Jangan pergi, aku ga mau ditinggalin." Ucap Mika dengan nada sesenggukan.

Ali mengiba, ia langsung membalas pelukan Mika.

" Kamu kenapa? Aku ga akan kemana- kemana sayang." Jawab Ali.

" Tapi ga tau kenapa tiba - tiba hatiku sedih banget bang." Jawab Mika dengan tangis yang terisak.

" Heiii udah Mika. Ga akan ada apa - apa. Percaya deh, sayangku saat ini cuma buat kamu aja. Aku ga akan pergi ninggalin kamu."

Jelas Ali.

Namun Mika masih saja memeluk Ali dengan erat. Ali pun tidak dapat mencegah tangisnya Mika. Ia membiarkan untuk Mika menuntaskan tangisannya.

Ali meraih kedua pipi Mika. Ia mendongakkan wajah Mika. Terlihat air matanya terus saja mengalir deras. Lengkap dengan mata yang sudah sembab.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang