" Mikaaaaa!!!!" Teriak Zaki pada Mika.
Mika pun tersenyum simpul saja. Karena kejadian kecelakaan Ali membuat mental Mika sedikit merasakan ketakutan. Ia takut jika Ali tidak dapat terselamatkan. Padahal ia sudah mulai membuka hatinya untuk Ali.
" Kamu sendirian Ay?" Tanya Zaki yang sudah duduk disebelah Mika.
" Aku sama Hasan." Jawab Mika singkat.
" Kemana dia?"
" Sedang membeli minuman." Jawab Mika.
" Oh, Ay kamu sudah makan? Kita makan yuk!" Ajak Zaki pada Mika.
" Aku lagi ga pingin makan ay, aku lagi ga mood kalau belum tau keadaan bang Ali." Jawab Mika lemas dan dengan mata yang sembab.
" Tenang aja, Al pasti sembuh kok. Sekarang kan sedang di tangani oleh dokter. Bismillah aja." Ucap Zaki memberikan semangat pada Mika.
Namun lagi - lagi Mika tampak sedang tidak bersemangat.
Mika menunduk dan dalam hatinya sangat berkecamuk.
" Mik, ini minum nya. Eh bang Zaki. Sudah lama bang?" Hasan datang dengan membawa dua kemasan minum. Dan langsung menyapa Zaki.
Mika menerima minuman dari Hasan.
" Baru aja San. Lo apa kabar? Udah lama ya kita ga ketemu." Jawab Zaki.
" Alhamdulillah baik." Hasan menjawab dengan menenggak minuman kemasannya.
Akhirnya Hasan dan Zaki berbincang - bincang, sedangkan Mika masih meratapi kejadian Ali.
" Permisi, apakah keluarga dari Bapak Ali?" Tanya salah seorang perawat kepada Mika, Hasan dan Zaki.
Perawat datang bersama dengan dokter wanita cantik menggunakan hijabnya.
" Iya kami keluarganya. Bagaimana keadaannya dokter?" Tanya Mika dengan segera.
" Kondisi Bapak Ali sangat memprihatinkan. Kami sudah melakukan penanganan namun Bapak Ali untuk sampai saat ini belum sadarkan diri. Sepertinya akibat benturan pada kepalanya." Ucap dokter cantik menggunakan hijab hitam.
" Lalu apakah bang Ali bisa sadar seperti semula dok?" Tanya kembali Mika pada dokter yang bernama dr. Fahira Ibrahim.
" Kami usahakan supaya Bapak Ali segera sadarkan diri. Terus berikan interaksi kepada beliau ya mbak. Karena ditakutkan memory - memory nya akan sedikit terganggu." Ucap dr. Fahira Ibrahim.
" Baik dokter, kami akan terus melakukan interaksi kepada Ali." Sahut Hasan.
" Terima kasih dokter atas penjelasan nya." Imbuh Zaki.
Mika hanya terdiam dan terpaku mendengar ucapan dari sang dokter yang membuat hatinya semakin sedih.
Ia takut kalau Ali benar - benar hilang memory dan tidak mengenalinya kembali.
***
" Bagaimana keadaan Al? Apakah baik - baik saja?" Tanya Dian yang sudah sampai ke Rumah Sakit.
" Bang Al masih ga sadarkan diri Ma. Kata dokter harus banyak berinteraksi dengan bang Al. Sekedar ajak mengobrol dan sering skin to skin supaya bang Al merasakan kehadiran kita." Jelas Hasan pada Dian.
" Ya Allah, Al. Kenapa sampai begini sih nak." Tangis Dian.
Mika pun tetap terdiam dengan kedatangan Dian dan Omar.
Bahkan ia pun belum ingin memakan makanan, karena ia begitu mengkhawatirkan Ali.
" Kamu sudah makan San? Mika sudah di ajak makan?" Tanya Omar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
