Pulang dan Istirahat di Rumah

149 2 0
                                        

" Aku sayang sama kamu Mik, mau kah kamu jadi pacarku?" Ungkap Zidan pada Mika.

Mika menjadi salah tingkah dan bingung akan menjawab apa.

Zidan memang baik, namun untuk masalah hati. Mika sama sekali tidak ada perasaan apa - apa terhadap Zidan.

Ia hanya menganggap Zidan sebagai kakak tingkatnya saja yang sekaranh sudah berteman akrab dengannya.

" Aduh gimana ya kak." Mika langsung menggaruk - garuk pucuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

Zidan dapat melihat reaksi tidak suka atas pengungkapan hatinya.

" Ga perlu dijawab sekarang Mika. Kamu bisa pikirkan ini lebih dulu. Dan aku juga ga memaksa." Sahut Zidan dengan sedikit berjalan menjauh dari Mika.

Mika tidak menjawab apa - apa. Ia hanya terdiam dengan bibir terkatup. Ia bingung namun hatinya tidak enak terhadap Zidan.

Ali yang memantau dari jauh tampak menyunggingkan senyuman. Melihat bahwa Mika tidak merespon ungkapan hati dari Zidan.

" Aku masuk dulu ya kak, udah mengantuk!" Ucap Mika yang padahal belum ada rasa kantuk, ia hanya ingin pergi menjauh dari Zidan.

Zidan pun mengangguk dan mempersilahkan Mika untuk masuk ke dalam kamarnya.

Zidan masih duduk terpaku di depan api unggun.

Matanya menerawang, entah apa yang ada dalam pikirannya.

Apakah ia sedang sedih karena Mika belum menjawab ungkapan hatinya? Atau ia sudah feeling bahwa nantinya Mika akan menolaknya? Atau malah sebaliknya?

***

" Semuanya sudah beres belum ya?" Tanya Zidan pada adik - adik tingkatnya.

" Sudah kak." Sahut Amira, Diva, dan Alexa.

" Mika sama Juna mana?" Tanya Zidan pada ketiganya.

" Mika sedang ke toilet sebentar kak, kalau Juna sedang mengambil tasnya." Sahut Diva kemudian dengan mata yang celingak - celinguk melihat Mika yang belum kunjung keluar dari Villa.

" Ya sudah sebagian masuk mobil dulu ya. Nanti Mika dan Juna menyusul!" Perintah Zidan yang langsung memasukan beberapa tas ke dalam mobil.

Tidak lama kemudian muncullah Juna dengan menenteng tas dan gitarnya.

Namun Mika belum kunjung keluar dari Villa.

" Mika mana Jun?" Tanya Diva pada Juna yang tengah meletakan gitar serta tasnya kedalam bagasi mobil.

" Ada didalam. Masih di toilet." Jawab Juna yang langsung masuk mobil dan duduk pada bagian kemudi.

" Ya sudah kalian duluan aja. Aku masih menunggu Mika. Mungkin sebentar lagi Mika keluar." Pinta Zidan pada semuanya yang telah masuk kedalam mobil dan telah ready untuk menuju pulang ke arah Jakarta.

" Okay kalau begitu, kita tunggu pelan - pelan ya." Juna mengiyakan dan akan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan lambat. Supaya nanti Zidan dan Mika segera menyusul nya.

Zidan mengangguk dan melambaikan tangannya pada mobil Juna.

Ketika mobil Juna hilang ditelan belokan, tidak lama kemudian Mika keluar dari Villa.

" Lahh, mereka kemana kak?" Tanya Mika yang tampak kebingungan melihat sekeliling sudah tidak ada teman - teman nya.

" Mereka baru aja pergi, ayo segera masuk mobil." Ajak Zidan pada Mika.

Mika langsung masuk kedalam mobil Zidan dan memasangan seatbeltnya.

" Maaf ya kak, tadi perut aku sakit. Jadi ditinggal teman - teman deh." Mika berucap dengan memonyongkan mulutnya dan dengan tangan yang masih mengelus perutnya.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang