" Siapa tadi Mik?" Tanya Zidan yang terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Bukan siapa-siapa kak." Sahut Mika yang langsung melemparkan pandangannya ke arah luar.
" Maaf ya Mik, kalau aku ikut campur. Tapi menurut pandanganku. Seperti nya dia seseorang yang spesial buat kamu." Zidan mulai menerka apa yang menjadi pandangannya.
Mika diam sejenak.
" Dia pacar aku kak, tapi aku udah mutusin dia." Sahut Mika dengan nada serak dan lirih.
Zidan menghembuskan napasnya. Ada sedikit perih dalam hatinya ketika mengetahui ia adalah kekasih Mika.
Sedangkan ia juga sedang berusaha mendekati Mika untuk ia jadikan kekasihnya.
" Kenapa putus?" Tanya Zidan penasaran.
" Dia ingkar janji sama aku kak."
" Maksudnya?" Tanya Zidan kembali yang tampaknya belum memahami apa yang dimaksud oleh Mika.
" Minggu lalu dia janji mau ajak aku malam mingguan, dia udah info aku dari pagi selepas dia dinas. Lalu katanya dia mau jemput aku malamnya. Tapi sampai malam ponselnya ga aktif. Susah dihubungi dan bahkan ga ada kabarnya sama sekali. Baru kasih kabar ke aku pas pagi-pagi. Katanya ia terpaksa ada dinas dadakan malam hari. Cuma feelingku ga mengatakan demikian kak." Mika tampak menjelaskan dengan penuh semangat.
Zidan mengangguk pelan.
" Dinas? Memang profesinya apa?" Tanya Zidan.
" Polisi kak."
" Ohhh, apa kamu sudah cek ke akuratan kalau dia memang malam itu dinas atau belum?" Tanya Zidan kembali.
" Belum kak, sepupuku kan temannya dia juga. Cuma aku belum tanyakan kebenarannya." Sahut Mika yang masih bingung.
" Harusnya cari kebenarannya dulu Mika, baru kamu boleh mengambil keputusan. Langkah apa yang harus kamu ambil. Bisa jadi ini hanya salah paham saja." Pandangan Zidan tetap berada lurus kedepan.
" Tapi sebenarnya bukan hal itu sih kak yang buat aku memutuskan dia." Imbuh Mika.
" Lalu apa?" Tanya Zidan dengan menolehkan wajahnya singkat ke arah Mika.
" Dia sempat akan melecehkan aku kak." Mika tampak sedih menceritakan hal ini kepada Zidan.
" Tapi kakak silent ya kak, jangan ceritakan hal ini ke siapa-siapa. Please ya kak." Sambung Mika memohon kepada Zidan untuk merahasiakan hal ini, dengan tidak sengaja jemari Mika menggenggam jemari Zidan dengan alasan memohon kepada Zidan.
Seketika darah berdesir pada tubuh Zidan. Baru kali ini ia merasakan skinship dengan Mika.
Zidan menolehkan pandangan nya ke wajah Mika yang tampak sedang memelas dihadapannya.
" Iya Mikayla sayang iya." Jawaban Zidan kali ini menggoda Mika, membuat Mika melepaskan genggaman tangannya.
" Ihhh ga usah pakai sayang-sayang ah." Sahut Mika sambil mengerucutkan mulutnya.
" Pakai juga ga apa-apa kan?" Goda Zidan kembali.
Mika langsung menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan melemparkan pandangannya jauh keluar mobil.
*
" Mik, kamu sudah pulang Mik?" Tanya Ali yang ternyata sudah pulang dari Dinas dan baru saja menyelesaikan mandinya dan langsung masuk kedalam kamar Mika.
" Iya." Jawab Mika singkat sambil merias wajahnya, Ia tidak ingin terlalu akrab dengan Ali. Karena Ali sudah akan menikah dengan Janice. Cukup menjaga jarak agar tidak terjadi skinship seperti yang sudah-sudah keduanya lakukan ketika Mika sedang libur pulang dari Asrama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
