" Mika, kita ketemuan yuk. Aku kangen mau ketemu kamu. Katanya mau main ke rumahku. Kapan kira - kira?" Tanya Zaki pada Mika.
" Hemm, nanti aku coba tanya ke bang Ali dulu ya." Jawab Mika.
" Kenapa harus tanya ke Ali? Kan kamu pacar aku?" Tanya Zaki mengerutkan dahinya.
" Iya karena aku belum boleh kemana - mana dulu. Sama Tante Dian dan Om Omar juga belum boleh pergi. Karena harus waspada." Jawab Mika.
" Mika, kamu ga percaya jalan sama aku? Sama aku juga aman kok. Aku juga kan seorang polisi. Jadi kamu ga perlu khawatir." Jawab Zaki.
" Iya, tapi tetap aku harus minta izin dulu sama Tante, Om dan bang Ali. Karena aku tanggung jawab mereka." Ucap Mika.
" Okay, baiklah. Aku tunggu jawabannya ya sayang, kamu jangan telat makan." Jawab Zaki.
" Iya, thank you!" Sahut Mika.
Panggilan pun terputus.
***
" Bagaimana kondisi pasien dok?" Tanya Ali pada dokter yang telah menangani Janice dan Alexa.
" Kondisi Janice sudah mulai stabil Pak. Janice sempat tidak sadarkan diri karena lemahnya daya tahan tubuh Janice." Jawab Dokter Bryan.
" Baik Dok, kalau Alexa?" Tanya Ali kembali.
" Kalau Alexa sendiri dia mengeluarkan banyak darah sehingga sempat kami berikan donor 1 kantung darah untuknya. Kalau kondisi Alexa belum stabil. Karena peluru menempus pada bagian tulang kering kaki Alexa. Jadi untuk recovery membutuhkan waktu yang lumayan panjang." Jelas Dokter Bryan.
" Baik dokter, terima kasih atas penjelasannya." Sahut Ali.
" Sama - sama Pak."
" Boleh kah saya melihat keduanya?" Tanya Ali kembali.
" Oh silahkan Pak." Sahut sang Dokter.
Ali mengangguk dengan memberikan senyuman kepada Dokter Bryan.
Ali segera bergegas menuju ICU. Dimana didalamnya ada Janice dan Alexa yang terbaring secara berdampingan.
Setelah mengenakan pakaian pelindung berwarna hijau. Ali berjalan menghampiri Janice.
Dipandanglah Janice dengan seksama.
( Janice, kamu adalah salah satu perempuan yang sangat aku cintai dan aku sayangi. Bahkan aku berniat untuk meminangmu. Tapi mengapa kamu mengkhianati aku? Jauh sebelum aku dijodohkan oleh Mika, aku sudah melamarmu. Mengapa kamu ga menerima aku sebagai suamimu? Apa yang kurang dariku? Apa yang kamu cari di dunia ini? Padahal jika dulu kamu menerima aku, aku akan menjadikan kamu seorang ratu di rumah ku. Tapi Janice, semua rasa itu musnah seketika melihat kamu berkhianat padaku. Sekarang aku yakin, Allah memang ga bisa mempersatukan kita. Karena rasa sayangku sudah pergi dan hilang. Kini sayangku, aku curahkan semuanya hanya untuk Mika. Seorang gadis kecil yang telah mencuri hatiku)
Ali duduk dikursi sebelah ranjang Janice. Janice terbujur diranjang dengan mata masih tertutup.
Ali tidak menyangka bahwa orang yang dulu pernah singgah dihatinya menjadi salah satu dalang dari penculikan Mika.
Betapa kaget dan sakit nya ketika mengetahui semua itu.
Untuk terakhir kalinya. Ali menyempatkan mengusap pucuk kepala Janice dan memberikan sebuah kecupan pada dahi Janice.
Tidak menutup perasaannya, ada sedikit rasa yang tertinggal di hati Ali.
Namun ketika Ali akan membalikan tubuhnya, tangan kiri Janice telah menghalanginya dengan mencekal jemari Ali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
