Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Pengepungan

58 1 0
                                        

" Alhamdulillah Ya Allah, Mika. Akhirnya kamu sudah ditemukan nak. Tante khawatir banget sama kamu Mika." Peluk haru dari Dian ketika melihat keponakannya sudah sampai rumah dengan selamat.

Mika diciumi oleh Dian dan juga dipeluk dengan Omar.

Karena Mika adalah tanggung jawab mereka.

Sore itu Mika diberikan sesuatu yang sangat spesial oleh Dian dan Omar.

Ia bagaikan puteri raja.

Begitu berharganya Mika dimata keluarganya.

Ali bergegas membersihkan tubuhnya. Lalu ia segera bersiap - siap untuk menyelesaikan misinya.

" Ali, kamu ga istirahat dulu nak?" Tanya Omar pada Ali yang langsung bersiap - siap akan menuju Polsek dimana ia bekerja.

" Ga Pa, aku buru - buru. Malam ini kami akan melakukan pengepungan pelakunya Pa. Do'a kan semuanya tertangkap ya." Ucap Ali yang langsung mengenakan pakaian serba hitamnya.

" Semoga ya Al. Kamu hati - hati ya." Pinta Omar pada Ali.

" Al, kamu ga makan dulu sayang?" Tanya Dian.

" Nanti saja Ma di kantor bareng sama anak - anak." Jawab Ali.

" Ya sudah kalau begitu. Hati - hati ya nak." Ucap Dian.

" Mika mana Ma?" Tanya Ali.

" Diatas Al. Mungkin sedang istirahat." Jawab Dian.

Ali segera berlari menuju kamar Mika.

Terlihat Mika sedang berbaring dengan lemas. Ia menikmati istirahat di kamarnya. Namun pikirannya serang berkeliaran kemana - kemana.

Ia rindu dengan suasana ketika di Wonosobo. Suasana yang begitu asri dan nyaman baginya.

" Mika." Panggil Ali.

" Iya." Jawab Mika dengan nada lembutnya.

" Aku izin pamit dulu ya. Do'a kan semoga pelakunya cepat tertangkap." Ucap Ali mendekat dan duduk di pinggir ranjang.

Mika mengangguk perlahan.

" Kamu hati - hati ya. Jangan sampai ada yang terluka. Kamu harus pulang dalam keadaan baik - baik saja." Pinta Mika pada Ali.

" InsyaAllah Mika." Jawab Ali.

Mika langsung bangun dari posisi tidurnya dan langsung duduk memeluk Ali.

" Terima kasih ya bang buat semuanya." Ucap Mika dengan isak tangisnya.

Rupanya mental Mika cukup sedikit terguncang atas kejadian ini.

" Ssssttt... Udah ya jangan menangis. Aku pasti akan baik - baik saja. Kamu istirahat di rumah ya. Semoga cepat selesai, lalu aku juga cepat pulang ke rumah." Jawab Ali yang langsung membalas pelukan Mika.

Mika memeluk Ali begitu erat.

Ali pun mengusap - usap pucuk kepala Mika dengan lembut.

***

" Rapatkan Hoodie kamu. Jangan sampai warga sekitar curiga dengan kita." Perintah Hoodie merah pada Hoodie hitam.

" Oke kak." Jawabnya.

Dengan menggunakan mobil putihnya, kedua sosok misterius pun masuk ke dalam komplek mati.

Mobil berjalan begitu santai.

Suara kerikil - kerikil yang terlindas oleh ban mobil terdengar cukup jelas.

Hingga akhirnya Pak Sidiq yang mulai mengantuk dan sedang menguap melihat mobil itu melintas didepan warung.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang