“Ali, tante minta tolong bangunkan Mika ya, sepertinya dia belum bangun. Dia ingin ikut mengantar ke Bandara.”
Ali yang rupanya tampak canggung karena tentang perjodohannya dengan Mika, ia segera menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar Mika yang tidak pernah terkunci.
“Mikaaaa, Mikaa bangun.” Ali tampak kesusahan membangun Mika. Ia sangat susah sekali untuk bangun pagi terlebih subuh-subuh begini.
Ali masih saja mengguncang-guncangkan tubuh Mika dan mulut tak berhenti untuk memanggil-manggil nama Mika.
Mika hanya menggeliat dan tidak merespon panggilan Ali.
“Mika! heiii.. bangun ih audah subuh ini, katanya mau ikut antar ke Bandara.” Ujar Ali kembali yang tidak ada jeranya untuk membangunkan Mika.
“Hhhmmmmm... masih mengantuk.” Sahut Mika dengan suara khas bangun tidur yang serak-serak seksi.
Ali menarik napas dalam, ia bingung bagaimana caranya ingin membangunkan Mika.
“Ya sudah deh aku tinggal saja kalau nggak mau bangun.”
Belum sampai Ali membalikkan badannya, tangan Mika sudah menarik tangan Ali hingga Ali terjatuh dan menindih tubuh mungil milik Mika.
Mika bertubuh mungil dan langsing. Dengan tinggi badan kurang lebih 165cm.
Deg!!
Sontak Ali terkejut karena tubuhnya sudah menindih diatas tubuh Mika.
Perasaannya sungguh tidak karuan, setelah ia mengetahui tentang perjodohan itu mengapa perasaan Ali terhadap Mika sedikit berubah.
Ia merasakan aliran darah dingin mengalir dengan derasnya. Hatinya berdetak kencang.
Mika merasakan tubuhnya tertindih dengan berat hingga ia sulit bernapas.
Wajar saja yang menindihinya adalah seorang IPDA bertubuh kekar, atletis dan berdada bidang.
“Bang Ali???” Desah Mika lirih. Namun mengetahui itu adalah Ali, Mika semakin mengeratkan hingga terjadilah pelukan antara Mika dan Ali yang masih berpose tumpang tindih.
Ali semakin tidak nyaman, karena seluruh tubuhnya menempel hangat di tubuh Mika.
Seketika pikiran Ali menjadi kemana-kemana. Berandai jika suatu saat memang Mikalah yang nanti menjadi istrinya.
Dengan naluri seorang laki-laki, Ali pun mendekatkan wajahnya ke arah wajah Mika yang masih tertidur.
Ia memperhatikan wajah Mika kalau memang Mika sangatlah manis. Dengan alis tebal yang hampir menyambung. Sedikit kumis tipis di atas bibirnya. Wajah nya yang putih mulus bak kulit bayi. Benar-benar sempurna.
Tanpa pikir Panjang lagi, Ali pun mendekatkan b*birnya ke b*bir mungil Mika.
Dikecuplah b*bir mungil nan ranum itu, namun masih tetap saja Mika tertidur dengan nyenyak karena pelukan hangat dari Ali sangatlah membuat nyaman.
Ali tak ingin berkelanjutan semakin mendalam, ia beranjak dari ranjang Mika. Dan segera membopong Mika ke dalam kamar mandi.
Namun saat tubuh Mika diangkat dan hendak dibopong ke kamar mandi, Mika pun terbangun dengan sangat terkejut.
“Bang Ali, turunin aku.”
“Lagian dibangunin susah banget sih kamu?” ucap Ali yang langsung meletakkan kembali tubuh Mika yang berada dalam bopongannya.
“Iya, aku sudah bangun kok, maaf ya.” Mika pun merengek sambil memeluk Ali Kembali.
Tak ada jarak diantara mereka. Mereka sudah sangat dekat sedari kecil. Terlebih Ali selalu menjadi pahlawan bagi Mika. Mika sangat nyaman jika berada didekat Ali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
