" Assalamu'alaikum " Ucap Ali yang baru saja sampai ke rumah.
" Waalaikumsalam, nah itu dia panjang umur nya." Sahut Dian kemudian.
" Baru balik Ay? Macet ga? Tadi aku arah kesini macet banget." Ucap Janice yang langsung menyambut Ali.
" Iya agak macet, ada kecelakaan truk pasir tadi didekat fly over." Jawab Ali sambil mencium punggung tangan Dian.
" Pantesan, aku terjebak sampai sejam lebih." Sahit Janice lagi.
" Hah, cape banget aku hari ini." Ucap Ali.
" Kamu mau langsung makan Al? Apa mau mandi dulu?" Tanya Dian pada anak sulungnya.
" Mandi dulu sepertinya Ma, tapi aku rehat sebentar ya." Ali menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa yang empuk.
" Baiklah, nih minumnya. Kamu pasti haus kan." Dian menyodorkan minuman dingin untuk Ali.
" Thanks Ma."
***
" Akhirnya selesai juga." Ucap Amira yang tengah bahagia karna ujian semesternya telah selesai.
" Iya nih, ngomong-ngomong kita mau healing kemana nih setelah ujian." Sahut Juna yang tiba-tiba nimbrung dan duduk di bangku panjang depan kelas.
" Bagaimana kalau kita ke puncak." Sahut Diva.
" Menurut kamu bagaimana Mika?" Juna meminta jawaban pada Mika.
" Aku ngikut aja." Jawab Mika singkat.
" Heiii semuanya, lagi pada ngobrolin apa sih? Ikutan dong." Alexa dengan suara melengkingnya datang dan menghambur ke sahabat-sahabat nya..
" Ini kita kan udah selesai ujian, rencana kita mau healing. Lo mau ikutan ga?" Juna menimpali.
" Ikut dong, kemana aja aku ngikut ya."
" Rencana sih kita mau ke puncak, menginap beberapa hari begitu." Sambung Diva kemudian.
" Boleh tuh, udah lama kan kita ga jalan-jalan bareng." Jawab Alexa kemudian dengan antusias.
" Gue boleh ikutan ga?" Tiba-tiba terdengar suara laki-laki dengan tubuh atletis dan berwajah ganteng.
" Hei bro, boleh dong." Sahut Juna.
Mika, Diva, Amira dan Alexa membisu.
" Ehh kak Zidan, enak nih ya tahun ini wisuda. Kita-kita juga pingin cepat wisuda nih." Ucap Diva untuk memecahkan suasana.
" Hehee iyaa sabar ya, kalian satu tahun lagi kan?" Jawab Zidan yang langsung duduk disebelah Mika.
Mika seketika menggeser sedikit posisi duduknya, ia menjadi canggung.
" Iya kak, kita satu tahun lagi." Sahut Amira.
" Jadi bagaimana nih, jadi ga kita ke Puncak?" Sambung Alexa yang tampak antusias ingin sekali liburan.
" Pokoknya aku ngikut ya, kalian atur aja. Toh kita libur juga lama." Ujar Mika yang langsung berdiri Ingin meninggalkan sahabat-sahabatnya.
" Kamu mau kemana Mik?" Teriak Diva.
" Kantin, aku lapar!" Sahut Mika dengan teriakannya juga.
Mika segera pergi berjalan menuju arah Kantin.
Melihat Mika beranjak dari tempat duduknya, Zidan langsung menyusul Mika.
" Mik, aku boleh minta nomor telpon kamu?" Tanya Zidan berjalan mengimbangi langkah tungkai Mika untuk mensejajarkan.
" Buat apa kak?" Tanya Mika sambil menoleh.
" Iya buat tambah kontak aja, sama iseng-iseng buat teman kamu mengobrol kalau lagi senggang. Itu pun kalau boleh sih, kalau ga boleh ya ga apa-apa." Zidan menjawab pertanyaan Mika dengan detail.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
