Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Pengakuan

166 3 0
                                        

" Kita ke kamar ya, istirahat." Ajak Ali.

Ali berjalan menuju kamarnya.

Tidak lupa Mika mengunci pintu utama. Dan segera masuk ke dalam kamarnya.

Terdengar dari balik kamar Mika, suara barang - barang yang dibanting dan berjatuhan di kamar Ali.

Tampaknya Ali cukup tersiksa dengan apa yang sudah Janice lakukan pada dirinya.

" Aaaarggghhhhhh!!!!!!" Suara teriakan Ali terdengar hingga kamar Mika.

Mika langsung berlari ke kamar Ali, dan segera meredakan emosi abang sepupunya itu.

" Bang! Udah bang stop!" Pinta Mika yang langsung mencekal tangan Ali yang hampir melayangkan kursi kayu.

" Aku benci dia, aku ga menyangka dia sejahat itu sama aku Mik. Kenapa aku dengan bodohnya tertipu sama dia!!!" Teriak Ali.

" Bang stop bang, itu tandanya Janice ga baik buat kamu bang. Kan kamu yang bilang sendiri begitu. Kalau menjelang pernikahan terbongkar keburukan - keburukan pada pasangan kita. Itu tandanya Allah menunjukkan bahwa pasangan kita itu ga baik buat kita. Kamu masih ingat kan kalau pernah bilang begitu sama aku?" Mika mengingatkan kembali kepada Ali.

Ali terdiam dan duduk menunduk di lantai bersandarkan ranjangnya dan bertumpu pada kedua tangannya yang dilipat di atas lututnya.

Mika berjalan mendekat lalu berjongkok dan merangkul Ali.

(Sabar ya bang, kamu harus kuat dengan kenyataan ini. Aku tidak menyangka ternyata kamu serapuh ini. Semoga kamu bisa mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Janice) 

Ucap Mika dalam hati dengan tangan yang masih mengelus rambut cepak Ali.

" Mik, apa sih yang kurang dari aku?" Tanya Ali bergetar lirih dengan wajah yang masih menunduk.

" Ga ada yang kurang pada diri kamu bang. Janice aja bang yang ga punya hati. Kenapa dia bisa setega itu sama kamu." Jawab Mika.

" Aku benci dia Mik."

" Sudah bang! abang seorang polisi. Masa lemah hanya dengan satu wanita aja. Masih banyak wanita - wanita diluar sana yang jauh lebih baik, lebih cantik luar dalam. Kamu bisa mendapatkan yang lebih dari Janice. Atau kalau perlu aku akan bantu carikan dengan yang sesuai kriteria kamu. Aku siap membantu kalau memang kamu mau!" Mika menenangkan dan memberikan semangat untuk Ali.

Mendengar ucapan Mika, Ali langsung menoleh ke arah Mika dan memeluk adik sepupunya yang sebenarnya telah dijodohkan olehnya.

" Aku mau nya kamu Mik. Aku mau kamu yang terus disampingku. Selamanyaa!" Pinta Ali dalam pelukannya.

Mika memutar kedua bola matanya.

" Maksudnya bang?" Tanya Mika kebingungan.

Ali melepaskan pelukannya. Ia memandang lekat kedua bolat mata Mika yang terlihat bingung.

" Kamu masih ingat tentang perjodohan kita?"

Tanya Ali yang mengatupkan kedua tangannya pada kedua pipi Mika, membuat pipi Mika sedikit menyembul kedepan dengan gemasnya.

Mika mengangguk pelan.

" Apa kamu mau melanjutkan perjodohan kita?" Tanya Ali kembali.

Mika menatap manik mata Ali dengan sangat dalam. Ia bingung akan menjawab apa. Karena ia belum lama telah berbalikan dengan Zaki.

Apalagi dirinya juga masih kuliah, masih satu tahun lagi menyelesaikan kuliahnya dan ingin bekerja menjadi wanita karir.

Mika masih tidak menjawab pertanyaan Ali.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang