" Junay, jangan marah sama aku. Please!" Ucap Amira dengan wajah memelas.
Juna yang melihat sikap Amira seperti itu seketika meleleh, apalagi ia merasakan sentuhan jemari Amira yang sedang menggenggam jemarinya.
" Ini, katanya bukan mahrom. Kok pegang - pegang Mir?" Tanya Juna menunjuk jemari tangan Amira yang telah menggenggam jemari Juna.
" Sedikit aja boleh deh. Jangan banyak - banyak ya." Ucap Amira tersenyum pada Juna.
Juna akhirnya pun mengalah. Ia kembali duduk bersebelahan dengan Amira.
" Kamu itu harus teguh pendiriannya. Ga boleh plin - plan." Ucap Juna.
" Habisnya kamu ngambek sih." Ucap Amira memanyunkan mulutnya.
" Aku ga ngambek, cuma lagi mikir aja." Sahut Juna.
Amira pun posisinya menjadi lebih mendekat dengan Juna.
" Mikir apa?" Tanya Amira dengan nada lembutnya.
Mendapat tatapan yang begitu dekat dari Amira. Membuat Juna semakin meleleh.
Siapa sih laki - laki yang tidak salah tingkah di tatap secara dekat oleh Amira yang memang manis bagai gulali.
" Mikir, hemm.. Mau ga kamu jadi pacar aku Mira?" Tanya Juna dengan keseriusannya.
Juna kembali meraih jemari tangan milik Amira.
Kali ini tidak ada penolakan pada Amira.
Amira juga manusia ya guy's. Kalau masalah hati semua pasti lupa segala - segalanya.
Amira memandang Juna dengan keseriusannya, begitu juga Juna sebaliknya.
" Harus jawab sekarang ya?" Ucap Amira dengan ekspresi yang salah tingkah.
Juna mengangguk dan memberikan senyuman manisnya.
" Aku takut aku ga bisa buat kamu senang Junay. Kamu kan tau aku orangnya begini." Jawab Amira pada Juna.
" InsyaAllah bisa Mira, kalau memang hati kamu tulus menerima aku." Ucap Juna.
Amira tampak berpikir dan menunduk.
Juna pun mencoba melihat wajah Amira yang menunduk dengan raut bagaikan udang rebus.
" Bagaimana? Mau kah kamu menerima aku?" Tanya Juna kembali.
Amirapun mengangguk dengan wajah yang masih menunduk.
" Jadi?" Tanya Juna penasaran dengan cengirannya yang hampir merekah.
" Iya aku mau. Tapi kamu jangan nakal - nakal ya sama aku." Jawab Amira dengan bahasa polosnya.
Juna pun tertawa bahagia.
" Hahahaha siap sayangku. Siap! Ehh udah boleh panggil sayang belum nih?" Tanya Juna takut mendapat complain lagi dari Amira.
Amirapun terkekeh.
" Iya boleh kalau sekarang."
Juna pun merangkul pundak Amira, mereka menikmati suasana Danau yang semakin ramai pengunjung.
***
" Bagaimana untuk kelanjutan kasus Janice dan Alexa komandan?" Tanya Briptu Eka pada Zaki.
Zaki yang sedang menyelesaikan panggilannya. Langsung menoleh ke arah Briptu Eka.
" Untuk kasus mereka, kita harus menunggu sampai mereka benar - benar pulih. Setelah itu akan kita lanjutkan." Jawab Zaki.
" Apakah mereka sudah dipastikan akan di Penjara komandan?" Tanya Briptu Eka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
