" Pulang yuk Mik, udah gerimis nih." Ali menarik tangan Mika yang masih asyik memainkan ponselnya untuk menscroll-scroll media sosialnya.
Mika yang baru saja selesai makan nasi goreng dan sedang bersantai seketika tersentak kaget karena tangannya ditarik tiba-tiba oleh tangan besar Ali.
" Iyaa bang." Sahut Mika lirih, dan mengekori Ali untuk segera masuk kedalam mobil dengan lari-lari kecil karena hujan sudah mulak turun.
" Untung langsung cepat masuk ke mobil, kalau ga basah deh." Ucap Ali yang langsung menutup pintu mobilnya dengan kencang.
" Tapi aku belum mau pulang." Rengek Mika yang masih asyik diluar rumah.
Waktu sudah menunjukan pukul setengah satu malam.
" Udah jam setengah satu Mika, kita pulang aja ya." Bujuk Ali dengan suara lembutnya agar ia tidak salah ucap kembali.
" Aku belum ngantuk bang Ali sayang." Mika mengucapkan nama Ali dengan embel-embel sayang membuat hati Ali sedikit bergetar.
" Pokoknya kita pulang, dari pada kita terjebak hujan. Nanti aku kelonin kalau kamu ga bisa tidur." Ali mencoba menenangkan Mika seperti anak kecil saja.
Mika langsung mengerucutkan bibirnya. Ali langsung reflek mencolek dagu lancip milik Mika.
Ali memasang seatbelt dan langsung melajukan mobilnya untuk segera menembus jalanan kota yang sudah basah terguyur air hujan.
Hujan sudah sangat deras. Suasana angin luar menjadi dingin. Hujan memang selalu membuat candu.
Mika menatap jalanan kota Jakarta sambil menyenderkan kepalanya.
Matanya menerawang keluar jalanan yang tersapu oleh air hujan.
Ali masih tetap memfokuskan pandangan nya lurus kedepan. Ia menerobos derasnya hujan yang jatuh diatas mobilnya.
*
" Mik, Mika bangun Mik. Katanya belum ngantuk tapi dia malah molor dimobil." Ali membangunkan Mika dengan mengguncang-guncangkan tubuh Mika yang sudah terlelap di sandaran mobilnya.
Sudah berulang kali Ali membangunkan Mika namun Mika tak kunjung bangun juga.
Memang sangat susah sekali Mika dibangunkan kalau sudah tertidur pulas.
Ali menunggu sejenak sampai hujan sedikit reda.
Kemudian ia langsung membopong tubuh Mika dan membawanya masuk kedalam.
Dengan sigap dan cekatan Ali mengangkat tubuh Mika membawanya ke dalam rumah, mengunci pintu rumah dan langsung beranjak menaiki tangga lalu membawa Mika masuk kedalam kamarnya.
Ali meletakkan tubuh Mika di atas kasur, kemudian melepaskan sepatu yang Mika kenakan serta jaket yang Mika masih ia kenakan.
Saat jaket sudah terbuka, ternyata Mika hanya menggunakan tanktop saja.
Bahkan ia pun juga tidak memakai bra.
Ali menggelengkan kepalanya, kebiasaan Mika kalau sudah malam jarang sekali memakai bra.
Ali mengusap lembut pucuk kepala Mika dan mencium kening Mika.
Lalu Ali segera membalikkan tubuhnya dan beranjak berjalan menuju kamarnya.
Ia pun juga sudah sangat lelah.
Karena seharian bekerja dengan banyak kasus yang telah ia selesaikan di kantornya.
Ia melepaskan pakaian nya dan mengganti dengan kaos oblong serta celana pendek yang longgar agar tubuhnya mendapat sirkulasi udara.
Tubuhnya ia hempaskan diatas kasur yang empuk, sambil memainkan ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomantikaMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
