(Ardi: Selamat pagi Bapak Dimas, saya Ardi pelayan bartender di hotel Black Cempaka. Saya ingin memberikan laporan bahwa muda mudi yang menginap di kamar 507 akan check out siang ini. Karena mereka tidak memperpanjang masa inapnya. Untuk barang bukti yang sudah Bapak titipkan pada saya tempo hari, bisa Bapak Dimas ambil sekitar pukul satu siang. Terima kasih Bapak Dimas, sekian laporan dari saya, Ardi)
Ting!
Ponsel Dimas pun bunyi tanda ada pesan.
Ia yang baru saja menyelesaikan mandinya segera menyambar ponselnya yang ia letakan pada meja didepan cermin Hotel yang tidak jauh dari Hotel Black Cempaka. Masih berada di satu kawasan Malioboro.
(Dimas: Oke. Saya terima laporannya. Terima Kasih)
Ia segera menelpon dan memencet nomor yang bertuliskan di ponselnya Ipda Ali Zamidrus.
Drrtt!!
Ponsel Ali berdering tanda ada panggilan telpon. Ia segera melihat siapa kah gerangan yang sedang menelpon dirinya.
Ternyata yang menelponnya adalah Brigpol Dimas Satria.
" Selamat Pagi." Sapa Ali.
" Selamat Pagi komandan. Hari ini barang bukti akan segera saya bawa ke Jakarta. Kemungkinan saya akan tiba di Jakarta sekitar pukul sembilan malam. Karena saya akan segera berangkat menuju Jakarta pada pukul satu siang ini." Dimas memberikan informasi kepada Ali.
" Baik terima kasih, tolong kabari saya ketika kamu sudah sampai Jakarta." Perintah Ali.
" Siap komandan, laksanakan." Jawab Dimas.
Panggilan terputus lalu, Ali melanjutkan untuk menikmati sarapan yang telah dibuatkan oleh Mika.
" Mik, sini deh." Panggil Ali sambil menyuap nasi goreng buatan Mika.
" Kenapa? Ga pakai mesum lagi kan?" Jawab Mika yang sedang membuat sayur sop ayam di dapur.
" Ih kagaa Mika. Itu mah nanti aja kalau pikiran udah tenang." Bantah Ali.
" Terus apa?" Tanya Mika sambil mengecilkan api pada kompornya.
" Kali ini serius. Hari ini akan ada barang bukti buat menunjukan Janice dan Bos nya itu selama di kamar Hotelnya ngapain aja." Jelas Ali.
" Ohhh ya? Apa tuh bang?" Tanya Mika dengan penasaran dan segera duduk disamping Ali.
" Nanti malam aku infokan selanjutnya sepulang aku dinas. Hari ini aku berangkat agak siangan aja. Supaya nanti jam sembilan malam bisa langsung bertemu dengan Dimas."
Jawab Ali.
" Dimas? Siapa tuh Dimas? Ganteng ga?" Goda Mika pada Ali.
" Jelek, gantengan aku kemana - kemana!" Ucap Ali dengan sedikit sewot.
Mika terkekeh melihat reaksi Ali yang rupanya cemburu.
" Eh bang, kamu tau ga?" Tanya Mika tiba - tiba.
" Kagaa!"
" Ih dengerin dulu. Aku balikan lagi tau sama Zaki." Cerita Mika pada Ali.
Seketika Ali yang sedang menenggak air putih langsung tersedak sampai batuk - batuk.
" Uhukk uhukkk apa?" Tanya Ali dengan sorot mata bulat membesar.
" Pelan - pelan dong bang minumnya." Mika dengan segera menepuk - nepuk pundak Ali dan mengusapnya lembut.
" Kamu balikan sama Zaki?" Tanya Ali sekali lagi.
Mika mengangguk pelan dengan tatapan mata yang sangat polos.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
