" Lapor komandan, saya menemukan wanita yang sama persis seperti yang di foto, sedang berada di sebuah hotel kawasan Malioboro bersama seorang laki - laki. Di duga ia adalah CEO dimana tempat wanita tersebut bekerja. Laporan selesai!" Ucap salah seorang penyidik yang sedang Ali tugaskan untuk memantau keberadaan kekasihnya.
Benar saja ternyata Janice memang berada di Jogja dengan seorang Pria.
" Laporan diterima." Jawab Ali.
" Berikut foto - foto yang sudah saya abadikan untuk bukti komandan." Dikirimlah foto - foto ketika Janice sedang bermesraan dan di gandeng oleh Dewa sang CEO.
" Terima kasih, tolong ikuti kemana dia pergi." Perintah Ali.
" Siap Komandan." Jawab seorang penyidik tersebut.
Panggilan telpon pun terputus. Ali sangat geram. Ternyata apa yang dilihat oleh Dian memang lah nyata, bukan salah orang atau memang salah lihat. Akan tetapi memang benar adanya, dia adalah Janice.
Ting!
Ponsel Ali bunyi tanda pesan masuk. Ali segera melihat siapa yang telah mengirimkan pesan pada aplikasi hijau itu.
Ternyata adalah Janice.
(Janice: Iya sayang kenapa? Aku sedang diluar kota. Dadakan menemani Bos)
(Ali: Kamu dimana?)
(Janice: Aku sedang di Jogja sayang. Maaf ya sebelumnya aku ga mengabari kamu dulu. Karena perginya juga mendadak)
(Ali: Oke ga apa - apa, lanjutkan ya. Kalau sudah pulang ke Jakarta info aja. Aku mau bertemu)
(Janice: Iya siap sayang, kamu pasti kangen aku ya?)
(Ali: Iya kangen banget sayang)
Ali sedikit berbohong, padahal hatinya benar - benar sakit dan memang benar Janice sedang berada di Jogja.
***
" Permisi Mas, saya dari kepolisian izin ingin menyelidiki sepasang muda mudi yang ada di foto ini, apakah bisa mas membantu penyelidikan saya?" Ucap Dimas sembari menunjukan identitasnya serta foto Janice dan Dewa kepada seorang bartender yang sedang meracik minuman untuk tamu di salah satu kamarnya.
" Maaf Pak, tapi saya harus menjaga privasi para tamu." Ucap seorang bartender tersebut.
" Tolong saya sekali ini saja. Saya yakin anda akan aman dan baik - baik saja. Asalkan anda ikuti arahan saya." Pinta Dimas.
" Bagaimana saya membantunya?"
" Tolong letakkan benda ini di kamar, disebuah tempat yang tidak dapat dijangkau bahkan tidak terlihat oleh muda mudi itu." Dimas memberikan sebuah kamera kecil kepada pelayan bartender itu.
" Baik Pak."
" Sudah berapa lama pasangan itu menginap di hotel ini?" Tanya Dimas.
" Dari kemarin sore Pak, mereka ada di kamar 507."
" Baik, besok saya akan kembali kesini untuk mengambil kamera nya. Atau bisa hubungi saya kalau pasangan itu sudah check out." Ucap Dimas sembari menyodorkan kartu namanya kepada pelayan bartender itu.
" Baik Pak."
" Anda pasti aman, terima kasih." Ucap Dimas yang berlalu meninggalkan pelayan bartender.
Ia segera melajukan mobilnya dan pergi entah kemana.
*
" Ardi, Ada pesanan makanan dan minuman dari kamar 507. Tolong nanti antar segera ya." Perintah Cook 1 pada seorang pelayan Bartender yang bernama Ardi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
