Mata Ali tertuju pada sosok berhoodie merah, sedangkan Zaki tertuju pada sosok berhoodie hitam.
"Berhenti, Jangan kabur!!" Teriak Zaki.
"Kalian siap menerima hukuman ini." Teriak Ali dengan lantang.
Namun kedua sosok berhoodie itu terus berlari.
Dan pada akhirnya...
Dooorrrr!!!!!!
Dooorrr!!!!!!
" Awwwwwww!!!!!" Teriak kedua sosok menggunakan hoodie.
Ali berhasil membidikan timah panas pada lengan kanan hoodie merah, serta Zaki berhasil membidikan pelurunya pada kaki kanan milik sosok hoodie hitam.
Ali dan Zaki segera berlari menghampiri kedua nya.
Ali segera membuka capuchon hoodie merah itu.
Ketika terbuka Ali begitu terperanjat dan kaget.
" Janice?" Ucap Ali begitu tidak mempercayainya.
Matanya terbelalak lebar.
Janicepun meringis kesakitan dicampur dengan isak tangisnya. Ia begitu kesakitan ketika mendapati dirinya telah tertembak oleh mantannya sendiri.
" Lalu kamu siapa?" Tanya Ali menoleh kearah hoodie hitam yang masih saja menundukan wajahnya.
Zaki dengan segera membuka capuchon milik hoodie hitam.
Ketika terbuka, Zaki dan Ali begitu shock tidak percaya.
Zaki menganga dan membuka matanya dengan sangat lebar.
" Alexa?" Ucap Zaki.
Alexa tidak menjawab apa - apa hanya erangan yang ia lontarkan.
Begitu sakit dan perih timah panas yang berhasil menembus kaki kanannya.
" Al, sakit Al. Sakit!" Rintih Janice kesakitan dengan tangisnya.
" Bawa ke Rumah Sakit, Cepat!!!" Perintah Ali pada anggota yang lainnya.
Ali segera mengangkat tubuh Janice dan menggendongnya hingga sampai masuk ke dalam mobil.
Begitu juga Zaki mengangkat tubuh Alexa lalu membawanya masuk ke dalam mobil.
Keduanya segera di bawa ke Rumah Sakit malam itu juga.
" Tolong bawa mobil Gue Ndra." Perintah Ali pada Indra.
Ali memangku Janice dengan rangkulannya. Karena Janice cukup mengeluarkan banyak darah. Ia menahan lengan yang begitu sakit.
" Al sakit." Erang Janice mengadu pada Ali.
" Ndra lebih cepat sedikit Ndra." Perintah Ali pada Indra.
" Baik bang." Jawab Indra.
Ali begitu kasihan, ia tidak menyangka sasaran tembakannya mendarat kepada wanita yang dulu pernah mengisi hatinya.
" Aku minta maaf Al, aku minta maaf." Ucap Janice yang menyandarkan tubuhnya pada tubuh Ali.
" Kamu jelaskan nanti di kantor polisi." Ucap Ali yang begitu dingin pada Janice.
" Al. Aku lebih baik mati Al. Dari pada harus hidup tersiksa seperti ini." Ucap Janice kembali.
Namun lagi - lagi Ali menepis semua perkataan yang keluar dari mulut Janice.
Sebenarnya dalam hatinya ia begitu iba pada Janice. Namun Janice telah jahat dan menjadi dalang penculikan Mika.
Di mobil Zaki.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
