" Sibuk gue San. Lo lah yang balik ke rumah. Sombong banget liburan ga balik ke Jakarta."
Ucap Ali sambil menjitak kepala adiknya.
" Ehhhh sakit benar jitakan Bapak Komandan. Mentang - mentang tenaganya super." Sungut Hasan pada abangnya.
" Gimana kuliahnya? Udah punya cewek belum Lo?" Tanya Ali.
" Ada sih dekat bang, cuma masih pilih - pilih. Gue mau nya yang wanita sholehah begitu. Yang pakai hijab biar dipandangnya adem begitu." Jawab Hasan sambil membayangkan wanita yang ia impikan. Dan memetik gitar yang ia pegang.
" Nah begitu dong. Itu namanya cowok yang keren." Rangkul Ali pada Hasan.
" Bang, Lo benar terima perjodohan sama Mika?" Tanya Hasan sedikit berbisik.
" Iya, memang kenapa? Ga ada yang salah kan?" Jawab Ali sambil menghisap cerobong asapnya.
" Ga ada sih, tapi Mika nya mau ga sama Lo bang?" Tanya Hasan yang sedikit tidak percaya jika Mika bakalan bersedia dengan Ali atau tidak.
" Saat ini sih mungkin belum San. Tapi liat aja nanti dia bakalan tergila - gila sama Gue." Ucap Ali dengan PeDenya.
" Gue dukung lah bang. Mika cocok juga kok sama Lo." Dukung Hasan.
" Jelas dong!" Sahut Ali sombong.
" Hahahahaaa." Hasan tertawa sambil memainkan gitarnya dan sesekali menghisap cerobong asapnya.
***
" Mika, ayo kita pulang nak." Ajak Naila pada Mika yang rupanya masih asik mengobrol dengan Nadhifa.
" Ehh iya Ma. Ayo Sar, Dhif." Ajak Mika pada Sarah dan Nadhifa.
Akhirnya semua kembali ke rumah Rozak yang tidak jauh dari rumah Simbah Abdullah.
Sesampainya dirumah Rozak, Mika langsung berjalan menuju kamarnya dulu yang masih terawat dengan rapi. Karena Naila masih terus merawatnya ketika Mika sedang berada di Jakarta.
" Ahhh senangnya bisa rebahan di kamarku. Bau - bau nya pun tetap sama." Celetuk Mika yang sudah sangat merindukan rumah di Jogjanya terutama rindu dengan kamar masa kecilnya.
Ali berjalan menghampiri Mika. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada foto kecil dirinya bersama dengan Mika.
Ali tersenyum, karena saat kecil keduanya sangatlah menggemaskan.
" Mik, lihat deh foto kita. Lucu ya." Tunjuk Ali pada Mika.
" Iya ya hahaha." Mika tampak senang melihat - lihat foto jaman kecil mereka yang terpampang jelas di frame.
" Lihat deh foto kamu yang ini. Ini kan pas lutut kamu jatuh terus bekasnya jadi hitam." Ali mengingatkan kembali memory jaman dulu.
" Ih bang Ali mah." Sungut Mika.
" Tapi itu kan dulu Mika. Yang terpenting kan sekarang sudah mulus semuanya. Jadi pingin...." Goda Ali, ia tidak meneruskan pembicaraannya karena tangan Mika dengan cepat membungkam mulut Ali.
" Jangan ngomong yang aneh - aneh. Nanti banyak yang dengar." Sahut Mika.
" Mppphhh.. Lepasin." Pinta Ali.
Mika melepaskan bungkaman tangannya pada mulut Ali.
" Iya, Iya." Ucap Ali.
" Mikaaaa!!!!" Panggilan Naila terdengar dan membuyarkan Mika serta Ali yang berada di kamar.
" Iya Ma! Bang, aku keluar dulu ya. Mama manggil." Ucap Mika yang langsung berjalan menuju keluar dari kamarnya.
Ting!
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
