Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Penyelidikan

225 3 0
                                        

Drrt!!

Ponsel Ali berdering berulang - ulang kali hingga sampai deringannya berhenti. Namun ia masih sibuk dengan sepatu dinasnya.

" Bang ada telpon tuh, kok ga diangkat?" Tanya Mika yang sedang menyiapkan dua piring nasi goreng untuk sajian sarapan. Untuk dirinya dan untuk Ali.

" Iya sebentar nanggung Mik." Jawab Ali yang sedang menali simpulkan tali sepatunya.

Tidak lama kemudian ponselnya kembali berdering.

Mika berjalan menuju meja makan membawa dua piring nasi goreng sembari melihat siapa yang telah menelpon ke ponsel Ali hingga berulang kali.

Sepertinya penting sekali.

" Bang, tante Dian yang telpon. Angkat dulu siapa tau penting! Sampai berulang - ulang begitu." Perintah Mika yang sedang meletakkan dua piring nasi goreng ke meja makan.

Mendengar ucapan Mika bahwa yang menelpon adalah mamanya, Ali segera menggeser tombol warna hijau.

" Assalamu'alaikum Ma, ada apa Ma kok sepertinya penting?" Ucap Ali yang langsung bertanya.

" Waalaikumsalam, kamu sedang apa sih kok lama banget angkatnya?" Jawab Dian dari seberang.

" Aku sedang pakai sepatu Ma. Mau berangkat kerja." Sahut Ali.

" Mika dimana?" Dian menanyakan keberadaan Mika.

" Mika lagi siapin sarapan."

" Ohhhh, Al sepertinya pernikahan kamu sama Janice harus dibatalkan." Ucap Dian.

" Loh memangnya kenapa Ma?" Ali mengernyitkan dahinya, karena bingung dengan ucapan Dian.

" Mama semalam lihat Janice lagi sama laki - laki lain. Dia ada di Jogja."

" Ahh ga mungkin Ma. Dia ada di Jakarta kok." Ali mengelak, karena ia merasa bahwa Janice berada di Jakarta. Kalau pun ingin keluar kota pasti akan memberikan kabar.

" Coba aja cek, mata Mama masih sehat Al. Ga mungkin mama salah lihat. Janice terlihat mesra banget sama laki - laki itu." Cerita Dian kembali, membuat Ali meradang.

" Coba deh nanti aku tanya ke dia."

" Ga akan jujur pasti dia kalau ditanya. Pokoknya Mama sama Papa ga akan menyetujui pernikahan kalian kalau memang sampai benar terjadi." Tegas Dian sekali lagi kepada Ali. Bahwa ia tidak akan setuju dengan pernikahan Ali dengan Janice.

" Iya Ma." Sahut Ali singkat.

" Sudah dulu ya, Mama mau antar Tante Naila ke Pasar dulu. Pikirkan baik - baik perkataan Mama Al kalau masa depan kamu mau baik - baik saja. Assalamu'alaikum."

" Waalaikumsalam." Ali seketika melongo dan bengong mendapat kabar dipagi hari bagai tersambar petir.

Mika yang sedari tadi memperhatikan Ali tampak bingung dan tidak berani menanyakan ada hal penting apa.

" Aargghhhhh.." Ali menggebrak meja makan. Membuat Mika tersentak kaget.

Ali segera melihat dua nasi goreng yang telah berada diatas meja hampir berantakan karena gebrakannya di atas meja.

Mika yang sudah duduk di kursi meja makan terdiam dan takut karena Ali sepertinya sedang marah besar.

" Sorry Mik. Nasi gorengnya hampir berantakan."

" Ga apa - apa, aku rapikan dulu ya." Mika langsung merapikan sebagian nasi yang berceceran di meja.

" Terima kasih ya Mik, sudah buatkan aku sarapan. Maaf kalau pagi - pagi harus ada insiden seperti ini." Ucap Ali sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang