Mika telah berada dalam mobil ojek online, dengan sesekali nafasnya masih terasa sesak lantaran sikap Ali kepadanya.
Tampak dari luar mobil Ali berusaha untuk menghalangi kepergiannya, namun Mika tetap memberikan komando kepada supir ojek untuk segera melajukan mobilnya.
“ Jalan Pak.” Mika menyuruh bapak supir untuk melajukan mobilnya.
“ Baik Neng.” Tampak sedikit ragu Bapak supir itu tetap mengarahkan tongkat persneling dan segera melajukan mobilnya. Ia juga melihat Ali mencoba untuk menghentikan mobilnya.
Mika menoleh kearah Ali yang sedang mencoba menghalanginya, supaya Ali saja yang mengantarkannya sampai ke Asrama.
Namun rupanya mobil telah pergi meninggalkan Ali. Tinggallah Ali sendirian.
Dengan hati kesal ia menendang dengan kencang pot bunga kesayangan mamanya hingga pot tersebut pecah terbelah menjadi tiga bagian.
Segera ia memasuki rumahnya dan membanting pintu utama dengan sangat kencang.
Tampak Ali bersungut kesal, ia pun mengacak-acak rambut cepaknya..
“ Yassalam, kenapa jadi seperti ini urusannya?”
“Arrrrrrrgggghhhhhh!!!!!!”
Terlihat Ali menjadi tidak bersemangat, padahal ia sudah meluangkan waktunya untuk berniat mengantar Mika kembali pulang ke Asrama.
Segera ia membanting tubuhnya ke atas kasur, ia menatap langit-langit kamar.
Pikirannya berkecamuk tidak karuan. Ia sangat menyesali perbuatannya kepada Mika.
***
“ Mika kenapa kamu baru masuk? Kamu sakit ya?” tanya Diva berlari memeluk Mika yang baru saja memasuki kamar asramanya.
Mika menggelengkan kepalanya dengan sangat lemas sembari menyambut pelukan Diva dengan pasrah. Ia segera meletakkan beberapa tas nya kedalam lemari dan tidak lupa untuk menguncinya.
Diva mengernyitkan dahinya, dan sedikit memicingkan kedua matanya.
“ Ada yang aneh sama kamu Mika. Kamu kenapa? Cerita-cerita dong!” Diva mendekati Mika tampak penasaran.
“ Ga apa-apa Diva, Alexa dan Amira mana?” Tanya Mika menanyakan keberadaan Alexa dan Amira.
“ Ohh mereka ada kelas pagi.”
“ Hmmm begitu…”
“ Ehhh Mika, dengar-dengar kamu sudah jadian ya sama Bang Zaki?”.
Mendengar nama Zaki, Mika seketika teringat bahwa ia belum memberikan kabar untuk Zaki kalau ia sudah sampai Asrama.
Segera ia meraih ponselnya yang berada di dalam tas jinjing. Kemudian ia mengirim pesan ke Zaki bahwa ia telah sampai Asrama. Tidak luput ia memberikan kabar kepada kedua orang tuanya.
Hanya satu yang belum ia berikan kabar, yaitu Ali.
“ Iyaa Diva, jangan berisik ya. Aku malu.”
“ Kenapa harus malu? Kan kamu sudah dewasa Mika, bebas menentukan masa depan dengan siapa yang kamu inginkan.”
Benar. Ketika sudah dewasa kita berhal untuk menentukan dengan siapa nantinya kita akan menjalani hari-hari di masa depan.
“ Lalu kamu sama teman Zaki bagaimana? Sudah pedekate?” saatnya Mika yang menginterogasi Diva.
“ Hahahhaaa aku masih bimbang Mik, tapi Bang Danu sudah beberapa kali telpon aku sih.”
“ Cieeeee, jangan kasih kendor ahhhh.” Goda Mika pada Diva. Diva tersipu malu Ketika Mika terus saja menggodanya. Boneka beruang telah Diva lemparkan ke wajah Mika. Mika tidak mau kalah ia juga membalas melemparkan bantal tidurnya kepada Diva. Mereka saling bercanda untuk melepas rindu karena terpisah selama beberapa hari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
