" Itu kan mobil yang diduga menculik Mika?" Gumam Eka.
Dengan pantauan yang serius serta tajam, Eka terus memperhatikan kemana mobil itu berjalan.
" Kemana dia? Awas aja kalian kalau sampai lolos." Ucap Eka dengan begitu serius.
Eka tetap mengikuti jejak kemana mobil itu singgah.
Lalu akhirnya mobil itu masuk ke sebuah komplek mati.
Iya sebutan orang sekitar adalah komplek mati, karena banyak rumah dan pabrik disekitaran kawasan tersebut sudah ditinggalkan oleh para penghuni nya lantaran sumber air tercemar limbah dari pabrik.
Eka terus mengikuti dengan kecepatan sedang. Karena ia masih memantau dan mengawasi.
Ia berencana akan membawa sejumlah jajaran anggota untuk mengepung dimana para preman itu singgah.
Mobil itu berhenti pada sebuah gudang bekas pabrik.
Kedua preman itu pun turun lalu masuk ke dalamnya.
Eka tidak ingin gegabah. Ia harus menggunakan strateginya supaya pelaku semuanya tertangkap.
Ia berpikir preman - preman itu pasti tidaklah hanya berdua saja.
Pasti masih ada komplotan lain atau ada dalang dari semua ini.
Eka melihat ada sebuah warung didekat wilayah tersebut.
Ia langsung memarkirkan motornya lalu membeli minuman dingin kemasan.
" Pak, ini harganya berapa ya?" Tanya Eka pada penjual warung tersebut.
" Oh itu lima ribu Bang." Sahut Bapak pemilik warung.
" Baik Pak." Jawab Eka yang langsung menyodorkan uang pecahan lima puluh ribuan.
Eka masih fokus memperhatikan gudang bekas pabrik tersebut.
" Bang ini kembaliannya." Bapak pemilik warung menyodorkan uang recehan kembalian Eka.
" Kembaliannya buat Bapak saja." Jawab Eka.
" Terima kasih banyak Bang." Sahutnya.
" Pak, boleh minta informasinya?" Tanya Eka pada Bapak warung.
" Iya Bang ada apa?"
" Bapak kenal dengan dua orang yang masuk ke dalam gudang itu?" Tanya Eka menunjuk ke arah gudang pabrik itu.
" Oh Barong dan Codet!" Jawab Bapak Warung.
" Bapak kenal? Siapa mereka Pak?" Tanya Eka begitu penasaran.
" Mereka sebenarnya warga seberang Bang. Tapi akhir - akhir ini mereka selalu datang ke markasnya itu. Dan sering kedatangan seseorang memakai hoodie hitam." Jawab Bapak Warung.
Eka langsung mengeluarkan identitasnya sebagai Polisi.
" Pak, saya dari kepolisian. Bapak bisa bantu saya?" Tanya Eka sambil menunjukkan identitasnya kepada Bapak Warung itu.
Bapak warung pun terperanjat ketika melihat di hadapan nya adalah seorang polisi.
" Maaf Pak Polisi. Saya tidak tau kalau anda seorang polisi. Maaf kalau saya panggil anda bang. Sekali lagi maaf ya Pak." Jawab Bapak Warung begitu ketakutan, karena ia takut salah panggil saja.
" Tidak apa - apa Pak. Bapak tidak salah." Jawab Eka.
" Memangnya apa yang bisa saya bantu?" Tanya Bapak Warung.
" Bapak cukup bantu pantau saja. Aktifitas siapa saja orang yang keluar masuk ke dalam sana. Kemungkinan besok saya akan membawa anggota untuk mengepung gudang itu. Karena mobil yang berplat nomor itu telah menculik seorang wanita. Makanya kami ingin segera menangkap pelakunya." Jelas Eka pada Bapak Warung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
