Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Terjebak di Kamar Mandi

613 5 0
                                        

" Sekarang semua keputusan ada di Lo. Lo mau hidup aman atau hidup penuh dengan kehancuran? Tapi dengan satu syarat, Lo harus pertanggungjawabkan dengan kasus penculikan Mika setelah Lo keluar dari Rumah Sakit ini. Gue tunggu Lo di Kantor Polisi Alexa cantik." Ucap Ali yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi meninggalkan Alexa seorang diri di dalam ruangannya.

Dengan napas yang memburu Alexa begitu kesal dan takut akan ucapan yang telah Ali lontarkan itu.

" Aargghhhh!!!" Geram Alexa.

Dengan ancaman dari Ali membuat Alexa semakin memanas dan berniat lebih kejam lagi menghancurkan Mika.

Terlebih sikap Zaki yang tampaknya akan menjauh darinya. Bahkan akan menikahi Mika, membuat dirinya akan semakin tersingkir dari posisi Zaki.

***

Ting!

Ponsel Mika bunyi tanda ada pesan.

Terlihat pesan dari Zidan.

(Zidan: Assalamu'alaikum Mika. Kamu lagi apa?)

Membaca pesan dari Zidan, Mika langsung membalas pesannya.

(Mika: Wa'alaikumsalam Kak, aku habis sholat. Ada apa Kak?)

(Zidan: Hmm.. Jalan yuk Mik. Kita udah lama kan ga keluar jalan)

(Mika: Bareng sama anak - anak kan?)

(Zidan: Ga usah Mik. Kita berdua aja)

(Mika: Kalau berdua, aku minta izin dulu sama bang Ali ya)

(Zidan: Harus minta izin ya Mik?)

(Mika: Hehe iya Kak, soalnya sekarang aku lebih ketat lagi buat pergi - pergi. Karena harus lebih waspada)

(Zidan: Ya udah nanti kabarin ya. Semoga bang Ali percaya ya sama aku hahaha. Jadi aku bisa jalan deh sama kamu)

(Mika: Iya kak, nanti aku kabari ya)

Mika pun mengakhiri chattingan dengan Zidan. Lalu ia mengemasi beberapa pakaian yang akan ia bawa ke kampusnya.

Karena ia sudah akan masuk kuliah.

**

" Assalamu'alaikum Amira sayang." Sapa Juna di seberang panggilannya.

" Wa'alaikumsalam, ngapain sih pakai panggil - panggil sayang segala." Sahut Amira kesal ketika dirinya dipanggil sayang oleh Juna.

" Ihh kenapa sih? Ga apa - apa dong." Ucap Juna kembali.

" Ada apaan telpon - telpon?" Tanya Amira yang agak jutek pada Juna.

" Galak amat sih? Memangnya ga boleh kalau telpon?" Tanya Juna.

" Ya boleh aja sih."

" Mau bareng ga ke kampusnya? Kalau mau aku samper ya." Ucap Juna.

" Hem.. Ya udah deh mau. Kebetulan ga ada yang bisa antar aku." Jawab Amira.

" Okay, mau jalan malam ini atau besok aja?" Tanya Juna.

" Besok aja lah." Jawab Amira.

" Baiklah, malam ini jalan yuk!" Ajak Juna pada Amira.

" Malas ah!"

" Ih kamu mah begitu. Ayo Amira sayang jalan yuk. Kan kita ga pernah jalan berdua. Please ya!" Mohon Juna pada Amira.

Amira tampak berpikir cukup lama.

" Mau kemana memangnya?" Tanya Amira.

" Bebas, terserah kamu aja. Mau nonton ayo, mau makan ayo, mau aku bawa ke syurga juga boleh." Sahut Juna.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang