Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Liburan ke Jogja

131 2 0
                                        

" Bang, makan dulu yuk. Aku udah buatin sop iga kesukaan kamu. Ayo makan dulu, nanti kamu sakit." Bujuk Mika yang menggoyang - goyangkan tubuh Ali.

Ali masih saja meratapi kesedihannya.

Tidak ada jawaban darinya, ia masih saja melamunkan tentang masa - masa bersama Janice.

Sorot matanya begitu kosong menerawang langit - langit kamar.

" Bang, ayo lah. Ih kamu seperti cewek aja galaunya lama banget. Kamu kan cowok bang. Seorang Perwira lagi, ampun deh kenapa jadi cengeng begini?" Mika menggelengkan kepalanya.

" Ya udah deh, kalau ga mau makan. Aku mau telpon tante Dian. Aku mau kasih tau kalau kamu cengeng gara - gara." Mika langsung membalikan tubuhnya dan hendak berjalan menuju kamarnya.

Namun langkahnya terhenti karena tangan Ali telah lebih dulu mencekal tangan Mika.

Dengan cepat Ali menarik tubuh Mika. Hingga akhirnya tubuh Mika terhuyung jatuh tepat di atas tubuh Ali.

Ali memeluk dengan sangat erat tubuh adik sepupunya.

Ada rasa damai dan tenang dalam diri Ali ketika ia sudah memeluk tubuh Mika.

Mika tidak dapat memberontak karena pelukan Ali cukup erat.

" Bang, aku ga bisa nafas ini." Ucap Mika terbata karena dadanya tertekan sehingga membuatnya tercekat.

" Aku kasih nafas buatan ya kalau kamu ga bisa nafas." Ali segera membalikan tubuh Mika sehingga tubuh Ali menindih di atas tubuh Mika.

" Ga mau, aku mau makan. Lapar!" Tolak Mika mendorong paksa tubuh Ali.

Mendapat penolakan dari Mika, membuat Ali semakin ingin mengukung tubuh Mika. Emosinya benar - benar sehingga ia sangat ingin sekali meluapkannya dengan Mika.

Bahkan adegan ranjang Janice dengan Dewa pun selalu terlintas di pikirannya.

Tidak habis fikir, Janice sama sekali belum pernah melakukannya dengan dirinya, mengapa Janice mau melakukan adegan itu dengan Dewa?

Apa karena Ali tidak pernah mengajaknya berhubungan serta menjaga syarat untuk menjadi Ibu Bhayangkari? Makanya kenapa Ali mempertahankan keperawanan Janice.

Namun sialnya ternyata Ali malah kecolongan.

" Ayo sayang, kita menikah saja yuk. Supaya kita bisa berhubungan. Aku sudah sangat ingin menyalurkan nya." Pinta Ali.

" Ditabung dulu tuh bibitnya, sabar. Aku masih kuliah masih setahun lagi ih." Jawab Mika.

" Kita ke Jogja yuk. Sekarang!" Ajak Ali.

" Kok dadakan, aku belum siap - siap." Sahut Mika.

" Aku mau melamar kamu sayang." Ucap Ali.

" Ih ngaco. Ga ah!" Mika menolak dengan dorongan yang kuat. Karena tubuh Ali masih saja menindih tubuhnya.

" Kok ga mau? Kamu ga mau nikah sama aku?" Tanya Ali mengerutkan dahinya.

" Aduh bang, kuliah aku belum beres. Lagian aku juga ga tau jodohku nanti siapa!" Tegas Mika.

" Jadi kamu ga mau menikah sama aku?" Tanya Ali memandang kedua bola mata Mika.

Mika tidak dapat menjawab, namun dalam hatinya ia sangatlah bingung.

Ia sayang dengan Ali, namun ia juga sayang dengan Zaki kekasihnya.

Kedua mata mereka saling pandang.

Tanpa izin Mika, Ali langsung melumat dengan lembut bibir Mika.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang