(Zaki: Sayang, Bang Ali sakit. Sekarang dirawat di Rumah Sakit)
Zaki mengirim pesan kepada kekasihnya Mika. Namun belum ada respon sama sekali dari Mika.
Kemudian ia segera mengirim pesan untuk orang tua Ali yang masih berada di Bandung.
(Zaki: Assalamu’alaikum Tante, Zaki ingin memberitahukan bahwa Ali sedang sakit, dan kini sedang dirawat di Rumah Sakit)
Sembari menunggu balasan Zaki masih saja ditemani oleh Danu dan Indra dengan setia.
“ Bro, kalian kalau mau pulang, pulang saja. Biar Aku yang jaga Ali disini.” Ucap Zaki menyuruh teman-temannya untuk kembali pulang.
Hari sudah hampir malam, baru saja berkumandang suara adzan maghrib menggema.
“ Belum ada balasan bro dari orang tua Ali?” Danu bertanya dengan sesekali melihat jam tangan di pergelangan tangannya tersebut.
“ Belum ada nih, mungkin mereka masih sholat maghrib.” Jawab Zaki.
“ Ya sudah kita tunggu saja sambil kita sholat maghrib dulu di Masjid.” Ajak Indra yang segera berdiri.
Zaki mengangguk dan berjalan kearah masjid untuk segera melaksanakan sholat maghrib, diikuti Indra dan Danu yang berjalan mengekorinya.
Ketika mereka telah menyelesaikan sholat maghrib, dan akan hendak memakai sepatu. Tiba-tiba ponsel Zaki berdering tanda ada panggilan masuk.
Ia segera melihat pada layar benda pipihnya itu.
Panggilan dari Tante Dian.
“ Hallo Assalamu’alaikum tante Dian.”
“ Wa’alaikumsalam Zaki, bagaimana keadaan Ali sekarang?” tanggapan Tante Dian dari suara diseberang.
“ Ali harus dilakukan perawatan intensif tante, dokter sedang melakukan observasi, dan akan dilakukan tes darah.”
“ Ya ampun, kenapa bisa seperti itu Zaki? Kemarin saat tante sebelum berangkat ke Bandung Ali masih sehat-sehat saja.”
“ Zaki kurang tau tante, menurut info dari dokter, sepertinya Ali kelelahan dan sedikit ada infeksi pada bagian lambung.”
“ Ya Allah, insyaAllah besok tante dan om Omar akan pulang ke Jakarta. Tante mohon tolong jaga Ali ya Zaki selama tante dan om belum kembali ke Jakarta.” Pinta Tante Dian kepada Zaki yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.
“ Baik Tante.”
Kemudian panggilan terputus. Dan saat Zaki melihat kembali layar ponsel nya, sudah ada pesan masuk dari Mika.
(Mika: Sejak kapan Bang Ali sakitnya ay?)
(Zaki: Sejak kemarin sayang, kemarin Bang Ali memang sudah pucat wajahnya, dan tidak berselera makan)
(Mika: Ya Ampun, terus bagaimana kondisinya?)
(Zaki: Kondisinya masih belum stabil ay, akan dilakukan tes darah kata dokter.)
(Mika: Kenapa tes darah segala? Memang nya Bang Ali sakit apa?)
(Zaki: Ada infeksi dibagian lambungnya, makanya dokter akan melakukan perawatan intensif dan observasi dulu)
(Mika: Yassalam, aku minta tolong jagain Bang Ali ya ay, Tante Dian dan Om Omar belum pulang ke Jakarta, mereka sedang di Bandung)
(Zaki: Iya santai aja sayang, tadi aku sudah komunikasi dengan tante Dian melalui telpon, katanya besok akan kembali ke Jakarta.)
(Mika: Alhamdulillah kalau begitu ay, aku izin istirahat dulu ya. Kamu jangan sampai ga makan, nanti malah kamu ikutan sakit juga)
(Zaki: Iyaa sayangku)
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
