Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Genggaman Erat

291 2 0
                                        

Mika membaca pesannya, dan ia mengakui bahwa dirinya juga sudah kelewatan yang tiba-tiba marah kepada Zaki.

(Mika: Iya, nggak apa-apa. Aku maafkan kamu) balas Mika kepada Zaki.

(Zaki: Terima kasih, sayang. Kamu sudah mau maafkan aku. Kamu masih libur ya kuliahnya?) tanya Zaki kepada Mika kembali.

(Mika: Iya, masih satu hari lagi aku dirumah. Kenapa?)

(Zaki: Mau pergi nonton nggak? Ada film seru) ajak Zaki antusias.

(Mika: Ya sudah, memang kamu nggak dinas?) tanya Mika kembali.

(Zaki: Nanti malam aku dinas, kalau mau jalan sekarang aku siap-siap, bagaimana?

(Mika: Hmm.. Boleh deh. Tapi, janji ya jangan aneh-aneh lagi. Aku nggak suka!)

(Zaki: Iya, sayang. Nggak kok.)

(Mika: Baiklah kalau begitu.)

(Zaki: Ya sudah, nanti aku jemput kamu ya. Nanti akan aku beri kabar kalau aku sudah akan menjemput kamu.)

***

“Mau kemana kamu, Mika?” Ujar Naila yang sedang menyiapkan koper untuk dibawa pulang kampung.

Mika yang sedang menuruni anak tangga terkejut mendapati suara Naila.

“Eh, Mama. Aku mau pergi dengan Zaki, Ma. Boleh kan, Ma?” bujuk Mika pada Naila yang sedang memasukan pakaian ke dalam koper, dan sesekali Mika membantunya untuk memasukan beberapa helai pakaian ke dalam koper.

“Boleh, tapi harus tetap tahu batasan waktu ya, dan jangan aneh-aneh. Mama marah lho nanti.”

“Iya Mama, siap!”

Mika melihat Rozak dan Omar sedang mengorbrol di taman sebelah rumah.

“Mama, balik ke Yogya kapan, Ma?” tanya Mika kemudian.

“Besok pagi, ini Mama sedang siap-siap supaya nggak terlalu repot.”

“Flight jam berapa?”

“Jam enam pagi, subuh Mama sudah harus di Bandara.”

“Besok diantar siapa, Ma?”

“Sama Ali sepertinya, dia bilang mau antar sampai Bandara.”

“Aku besok ikut ya, Ma. Mama jangan lupa bangunin aku.”

Belum sempat Naila menjawab, Ali sudah menuruni anak tangga dan memotong pembicaraan Mika dan Naila.

“Makanya jangan tidur malam-malam, nanti nggak bisa bangun pagi. Sudah tahu nggak bisa bangun pagi, tapi demen banget tidur malam-malam.” Cerocosnya.

Mika menolehnya dengan kesal, Ali telah lengkap menggunakan seragam dinasnya.

“Bawel!!.” Sahut Mika seraya melotot ke arah mata Ali.

“Nah, tante lihat nih anak tante, kalau dibilangin suka membantah. Tapi, kalau kenapa-kenapa pasti langsung mengganggu aku untuk minta pertolongan.” Ucap Ali seraya menunjuk-nunjuk kearah Mika.

“Oh, jadi selama ini Bang Ali merasa terganggu? Oke, mulai sekarang aku nggak bakal minta tolong apa-apa lagi sama Bang Ali.” Mika menjawab kesal.

“Heh, sudah-sudah kalian ini dari dulu seperti Tom and Jerry saja. Sebentar baikkan, sebentar marahan, sebentar akrab, Mama jadi pusing.” Potong Naila rupanya tak ingin melihat Mika dan Ali berlanjut untuk bertengkar.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang