Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Klarifikasi

204 1 0
                                        

" Mau jogging ga Mik? Enak nih cuacanya habis hujan jadi adem-adem gimana gitu." Ajak Ali pada Mika yang hendak naik ke atas kasur setelah melakukan sholat subuh berjama'ah.

" Males ahhh bang, aku masih ngantuk!" Sahut Mika sambil menguap karena matanya masih sangat mengantuk.

Dengan sigap Ali langsung menutup mulut Mika yang sudah menganga lebar.

" Kalau menguap ditutup dong, nanti setannya masuk."

Ali membungkam mulut Mika, hingga Mika sulit bernapas. Segera Mika membuka bungkaman Ali yang cukup keras.

" Aduhhh iyaaa, tapi ga usah begini juga. Aku ga bisa nafas!" Jawab Mika sedikit sewot.

" Jadi gimana, mau jogging ga? Mumpung aku dinas siang nih, jadi masih sempat buat kita pergi jogging" Tanya Ali sekali lagi.

Mika menggelengkan kepalanya dengan cepat.

Ali langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Mika yang sudah menjatuhkan tubuhnya diatas kasur.

*

" Astaga, aku lupa semalam ada janji sama Mika. Pasti Mika marah besar-besaran sama aku. Gara-gara baterai aku lowbat." Gumam Zaki setelah menyalakan ponselnya, dan membaca deretan pesan masuk dari Mika bahwa mereka telah janjian akan pergi.

(Mika: Ay, kamu jemput jam berapa?)

(Mika: Ay, kamu sudah jalan belum? Aku udah rapi nih)

(Mika: Ay, nanti kalau sudah sampai kabarin ya, aku di kamar soalnya)

(Mika: Ay, kok ga balas? Kamu lagi nyetir ya?)

(Mika: Ay, masih lama ya?)

(Mika: Berapa menit lagi ay?)

(Mika: Jadi jalan apa ga????)

(Mika: Balas dong! Jadi pergi ga sih?)

(Mika: Udah jam berapa nih? Udah malam tapi kamu belum sampai)

(Mika: Sebenernya niat ga sih ngajakin aku jalan? Jangan diam aja begini!)

(Mika: Udahlah ga jadi aja, aku udah ga mood)

(Mika: Besok-besok ga usah ngajakin jalan ya kalau memang ga niat)

(Mika: Jangan pernah hubungi aku lagi!!!)

Zaki membaca satu persatu pesan dari Mika. Zaki bisa merasakan betapa marahnya Mika padanya.

Sedangkan ia malah asyik-asyikan indehoy dengan Alexa sampai tiga ronde.

Zaki sangat sedih atas kejadian ini, namun ia juga sangat senang disatu sisi ia bisa merasakan nikmatnya bercinta bukan hanya sebuah angan-angan namun benar-benar ia rasakan, dan Alexa yang bisa memuaskannya.

(Zaki: Sayang, maaf banget semalam hape aku lowbat, sedangkan aku tiba-tiba harus ada dinas malam. Aku lupa bawa chargeran sayang, aku juga lupa ngabarin kamu)

Zaki mencoba mengirim pesannya, namun tidak ada jawaban dari Mika.

(Zaki: Sayang, aku terima hukuman dari kamu. Aku minta maaf ya. Ini aku baru saja lepas jaga. Maafin aku ya sayang)

(Zaki: Aku memang salah, aki bukan pacar yang baik buat kamu. Aki ga pantas buat kamu sayang. Maaf ya!)

Zaki memohon ampun kepada Mika. Namun tak ada satu pesan yang dibalas oleh Mika.

***

Mika membuka matanya, ia cukup mengantuk dan pukul sebelas ia bangun dari tidurnya.

Segera ia meraih ponselnya di atas meja, lalu  melihat sudah banyak chat yang dikirimkan Zaki untuknya.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang