Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Malioboro

120 3 0
                                        

" Al, Al. Tolong pesankan Mama Bakpia Al, ditempat langganan Mama, tapi mama lupa nomor telponnya sepertinya kehapus gara - gara memorynya full nih. Minta tolong ya anak gantengku. Pesankan Mama tiga puluh box rasanya campur aja. Buat lusa balik ke Jakarta. Oleh - oleh di Pengajian Mama. Ya Al ya."

Perintah Dian pada Ali yang sedang mengobrol dengan Nadhifa.

" Aku sama siapa Ma? Masa sendirian? Iseng banget nanti." Protes Ali.

" Sama kak Mika aja bang. Pasti kak Mika mau." Jawab Nadhifa.

" Ga ah. Dia lagi asyik sama pacarnya. Sama kamu aja ya Dek." Ajak Ali pada Nadhifa.

" Haduh, sama siapa terserah deh Al. Yang penting segera kamu pesankan. Oke!" Ujar Dian yang langsung membalikan tubuhnya dan berjalan keluar kamar.

" Aku ga bisa kak, aku mau tadarus. Soalnya nanti pas sampai Pesantren harus setoran ke Umi, sudah sampai Juz berapa aku mengajinya." Tolak Nadhifa dengan jelas.

Ali menghembuskan nafas panjangnya.

" Ya udah aku coba bilang ke kak Mika ya bang. Tunggu sebentar." Nadhifa beranjak dari tempat duduknya dan segera berjalan menuju kamar Mika.

Disana Nadhifa menemukan Mika baru saja selesai mandi.

" Kak, aku boleh masuk?" Tanya Nadhifa.

" Ehh iya boleh Dhif." Mika mempersilahkan Nadhifa masuk ke kamarnya.

" Kak, Mama kan minta pesankan Bakpia di tempat langganannya ke bang Al. Cuma bang Al ga mau sendiri. Tadi bang Al ajak aku. Tapi aku ga bisa soalnya harus tadarus. Kalau kakak aja yang nemenin bagaimana kak? Bisa ya kak. Please kasihan bang Al sendirian." Mohon Nadhifa pada Mika.

Mika tampak berpikir sejenak.

" Boleh. Aku siap - siap dulu ya." Jawab Mika mengiyakan.

" Oke kak, aku bilang bang Al dulu ya. Syukron kakak Mikayla yang manis." Puji Nadhifa pada sepupunya itu.

Nadhifa segera beranjak dari kamar Mika dan berjalan menuju kamar dimana Ali berada.

" Bang, kak Mika mau. Buruan siap - siap gih. Nanti Mama marah - marah." Perintah Nadhifa kepada abang pertamanya.

" Mama kan memang kerjaannya marah - marah terus Dek. Hahaha." Celetuk Ali.

" Ga boleh begitu bang sama orang tua sendiri. Nanti ga dapat berkahnya." Jawab Nadhifa.

" Baik, Bu Ustadzah." Goda Ali pada adiknya.

" Hehehe, ya udah aku mau sholat dulu ya bang. Abang jangan lupa sholat!" Nadhifa mengingatkan pada Ali.

Sungguh adik yang sholehah.

Tidak membutuhkan waktu lama, Ali segera menunggu Mika di ruang tamu. Menggunakan pakaian casualnya.

Terlihat sangat keren dan semakin mempesona saja.

Keluarlah Mika dari kamarnya dan menghampiri Ali.

" Ayo bang." Ajak Mika yang sudah rapi.

Mika menggunakan atasan rajut dan celana jins membuat kaki jenjang Mika terlihat terbentuk.

" Hemm!" Jawab singkat Ali.

Mika langsung mengernyitkan dahinya, melihat respon Ali yang sepertinya sedang tidak baik - baik saja.

Mika dan Ali langsung keluar menuju halaman rumah.

" Mama, Tante aku pergi dulu ya. Nemenin bang Ali dulu. " Ucap Mika berjalan menuju taman sebelah dan meraih tangan Naila dan Dian, lalu mencium punggung tangannya keduanya.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang