(Ali: Wa’alaikumsalam Mika sayang)
(Ali: Keadaan aku udah mendingan kok. Aku minta maaf ya, aku udah salah dan bersikap kasar sama kamu. Aku menyesal. Sekali lagi aku minta maaf ya Mika)
Mika yang masih menggenggam ponselnya segera terkejut mendapati ada notif pesan masuk di ponselnya. Ia segera melihat layar benda pipihnya yang ternyata dari Ali.
Tanpa Panjang lebar Mika tidak langsung membalas pesan dari Ali, ia segera menelpon Ali dengan perasaan senang karena Ali sudah menjawab pesannya.
Tutttt… Tutttt…. Tuttt…
Mika telah menempelkan ponsel pada daun telinganya, ia sudah tidak sabar ingin mendengar suara sepupu kesayangannya.
“ Assalamu’alaikum Mika.” Sahut Ali dengan suara lirih di seberang.
“ Wa’alaikumsalam Bang Ali, Bang Ali beneran udah mendingan?” tanya Mika sedikit penasaran.
“ Iyaa Mika sayang, udah kok.”
“ Tapi kok suara Bang Ali masih lemas begitu?” Mika mengernyitkan dahinya dengan bola mata memutar.
“ Iya kan baru mendingan belum sembuh total.”
“ Aku pingin jagain Bang Ali….” Dengan suara khas Mika yang merengek manja pada Ali.
“ Ga perlu Mika, kamu fokus kuliah aja.”
“ Tapi aku kangen..” Ucap Mika lirih.
“ Hmmm lebay deh, nanti libur juga kamu pulang dari Asrama dan kita bisa bertemu lagi.”
“ Maaf ya Bang Ali, aku sudah marah sama kamu. Pasti kamu sakit karna kepikiran aku terus ya?” Mika merasa bersalah dengan kejadian tempo hari yang sudah marah dan pergi meninggalkan Ali begitu saja.
“ Siapa bilang? Jangan Ge-er ya.” Ali tampak menggoda Mika.
Mika terdiam. Ia tidak langsung menjawab.
“ Kok diam? Pasti ngambek lagi ya? Uhhhh suka sekali ngambek. Ga kok Mik, yang tadi aku Cuma becanda. Iyaa jujur aku kepikiran sama kamu, sampai aku ga makan selama dua hari gara-gara kamu.” Ucap Ali dengan penjelasan supaya Mika tidak merajuk kembali.
“ Hehehe maaf ya Bang Ali ganteng.” Mika tersenyum tipis.
“ Baru sadar ya kalau aku ini ganteng? Lebih ganteng dari Zaki malah.” Ali setengah berbisik supaya Zaki tidak mendengar pembicaraannya dengan Mika.
“ Ihhhh Bang Ali hahahaha, ehhh ada Zaki ya?” Mika tertawa mendengar Ali sudah bisa bercanda kembali. Dan menanyakan Zaki yang sedang berjaga di ruangan kamar inap.
“ Iyaa, dia lagi tidur.” Ali kembali berbisik supaya suaranya tidak membangunkan Zaki yang sedang tidur dengan nyenyak.
“ Kasihan pacar aku, pasti dia kelelahan.” Sahut Mika dengan iba.
“ Hmmm mulai lebay lagi. Tenang aja Mika. Pacar kamu bakal aman kalau sama aku.”
“ Ya sudah kalau begitu, Bang Ali sudah minum obat?” tanya Mika kembali.
“ Sudah sayang, ya udah ini udah malam. Kamu tidur gih. Besok supaya ga bangun kesiangan, kamu kan susah banget bangun paginya.” Pinta Ali kepada Mika untuk segera tidur karena ia sangat hafal sekali kalau Mika paling susah untuk bangun pagi. Pagi selalu kesiangan.
“ Iya Bang, aku baru mulai mengantuk nih. Tadi aku ga bisa tidur, kepikiran Bang Ali terus. Ya udah aku tidur ya. Assalamu’alaikum.” Ucap Mika yang kemudian menutup panggilannya hingga terputus.
“ Wa’alaikumsalam Mika sayang.” Jawab Ali ketika panggilan sudah diputus oleh Mika.
Malam ini Ali seperti mendapatkan energi yang sangat luar biasa, energi yang dapat membuat nya menjadi sehat kembali dan tersenyum-senyum sendiri layaknya orang gila yang sedang kasmaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
