" Ya Allah Al, kamu kenapa bisa sampai masuk rumah sakit sih nak? Perasaan sebelum mama tinggal kamu masih baik-baik aja. Apa karna mama tinggal kamu jadi sedih dan ga ada yang mengurus dirimu?" Ucap Dian tiba-tiba masuk dalam ruangan kamar dimana Ali di rawat inap dan langsung memeluk putra sulungnya.
Ali yang sedang memainkan ponselnya seketika terkejut atas kedatangan orang tuanya.
"Ihhhh mama lebay, bukannya ucap salam dulu. Aku jadi kaget kan." Ali langsung menyambut pelukan hangat sang ibu.
"Assalamu'alaikum, bagaimana keadaan kamu Al? Sudah mendingan kah?" Tanya Omar kemudian, yang punggung tangannya langsung disambut oleh putra kebanggaannya.
"Wa'alaikumsalam Pa, alhamdulillah sudah mendingan. InsyaAllah kata suster hari ini hasil tes darahku keluar Pa Ma." Jawab Ali merasa bahagia atas kedatangan orang tuanya yang telah sampai di Jakarta dengan selamat.
"Alhamdulillah wal syukurillah Al." Sahut Omar yang kemudian duduk di Sofa.
"Ehhh mama bawain kamu oleh-oleh banyak nih, kamu mau coba?" Ucap Dian antusias dengan tangannya sudah merogoh di goody bag untuk mengeluarkan oleh-oleh untuk Ali.
"Sudah lah Ma, nanti saja kasihnya kalau Al sudah pulang kerumah. Ini kan belum pulih total. Yang ada nanti malah sakit lagi bagaimana?" Cegah Omar kemudian dengan tangan sudah melambai-melambai kearah Dian.
Hahahaaa maklum yaa namanya juga ibu-ibu, dimana-mana pasti begitu kan?
"Ohhh iyaa yaa, hehehe nanti aja ya Al. Tunggu kamu pulang ke Rumah dulu." Dian terkekeh dengan tersipu malu.
Ali hanya terkekeh tipis mendapati Mama nya yang begitu heboh.
"Ohhh iyaa Mama lupa belum mengabari Naila dan Rozak kalau kamu sedang di rawat di Rumah Sakit Al." Dengan sigap Dian segera merogohkan tangannya kedalam tas jinjingnya untuk mengambil ponsel.
"Ma, Ma ga perlu Ma. Yang ada nanti tante Naila dan Om Rozak jadi panik. Mereka jadi kepikiran, kasihan." Cegah Ali kepada Mamanya.
" Iyaa Ma, ga perlu ahh. Kasihan nanti Naila dan Rozak menjadi panik dan kepikiran.
Dian tampak membuang napasnya dengan panjang.
"Hmmm salah lagi aja dah." Gumamnya Dian seketika lesu.
"Hahahaaha... " Tawa Ali dan Omar meledak seketika melihat kelakuan Dian yang amat begitu lucu.
"Idiihhhh anak sama bapak kelakuan sama aja, demen banget ngetawain aku, huhhh." Dian menunduk malas.
Kemudian ia segera menghampiri Omar kearah sofa dan duduk di sebelah Omar.
" Terus Mika sudah tau kalau kamu di rawat Al?" Tanya Dian kembali, rupanya Dian belum cukup puas untuk melemparkan banyak pertanyaan dan kata-kata.
" Sudah Mama, Zaki sudah mengabarinya. Al juga sudah komunikasi sama Mika. Malah Mika mau izin pulang buat ngerawat Al. Tapi Al tahan supaya Mika fokus kuliah aja. Kasihan kalau kebanyakan izin nanti Mika banyak ketinggalan materi kuliah apalagi banyak prakteknya."
"Iyaa betul itu Al, biarkan saja Mika fokus belajar." Sahut sang Papa Omar.
Dian mengangguk pelan.
"Lalu kalau Janice sudah tau kalau kamu disini?" Tanya Dian kembali.
"Belum Al kasih tau Ma, malas ahh nanti dia ribet kalau kesini. Aku juga sudah dua hari ini ga komunikasi sama dia."
Dian dan Omar saling pandang dan memainkan alis mereka dengan memberikan tanda bahwa rupanya Ali dan Janice sedang tidak baik-baik saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
