" Ay kesini sebentar deh." Panggil Zaki kepada Mika.
Mika menghampiri Zaki. Dan menjauh dari semuanya.
Tangan Mika ditarik oleh Zaki dan dibawalah keluar dari ruangan Ali.
Membuat Ali sedikit memantau pergerakan Zaki dan Mika.
Apa yang ingin Zaki lakukan kepada calon isterinya.
" Apa ay?" Tanya Mika pada Zaki.
" Kamu mau ikut pulang ke Jakarta bareng aku ga? Kan Ali juga akan dipindah ke Jakarta."
Ucap Zaki.
" Aku nanti bareng aja sama mobil yang membawa bang Ali ay. Lagi pula aku ga enak kalau harus balik sekarang. Nanti kita bertemu lagi aja kalau udah di Jakarta." Jelas Mika.
" Ya udah kalau begitu, jaga diri baik - baik ya. Jangan sampai ga makan, banyak istirahat juga." Pinta Zaki pada Mika.
" Iya sayang iya." Mika sudah enggan sekali berbicara dengan Zaki.
Entah mengapa rasa sayangnya sudah sedikit memudar.
Zaki dan Mika kembali lagi kedalam ruangan.
Zaki berpamitan dengan mencium punggung tangan Dian dan Omar.
" Assalamu'alaikum." Ucap Zaki dan Hasan.
Zaki dan Hasan berjalan menuju parkiran secara berbarengan.
Mika kembali duduk disebelah Ali.
" Mika, Tante dan Om mau beli makanan dan cemilan. Kamu mau ikut ga?" Tanya Dian pada Mika.
Mika menoleh kearah Ali.
" Ikut gih sana. Biar kamu bisa jajan. Cari udara segar diluar juga." Perintah Ali pada Mika dengan memberikan senyumannya.
" Hemm, ya udah aku ikut deh." Sahut Mika dengan nada centilnya.
" Kami tinggal dulu ya Al." Ucap Omar.
" Iya Pa." Jawab Ali.
*
" Besok pagi Bapak Ali akan di pindah ke Rumah Sakit di Jakarta. Jadi malam ini saya cek kembali kondisinya ya Pak." Pinta Dr. Fahira Ibrahim yang kali ini hanya datang sendiri.
" Baik dokter Fahira." Ucap Ali.
" Bapak tau nama saya?"
" Iya pasti tau dok, kan ada name tag nya."
" Hehehe iya ya, saya lupa."
" Dokter sudah punya suami?" Tanya Ali pada Dr. Fahira.
Dokter Fahira terdiam dan menunduk.
" Maaf dok, saya salah bicara ya?"
" Tidak apa - apa Pak Ali. Calon suami saya meninggal saat di medan perang. Padahal kami sudah mempersiapkan untuk pernikahan. Makanya kenapa kemarin saya begitu sedih melihat mbak Mika. Saya dapat merasakan betapa sedihnya mbak Mika ketika Pak Ali belum siuman." Cerita dr. Fahira pada Ali.
Ali pun merasa iba dengan cerita dr. Fahira.
" Medan perang? Anggota juga kah?" Tanya Ali.
" Betul Pak, almarhum angkatan darat. Meninggal saat bertugas ke Papua."
" Lalu sampai sekarang belum ada pengganti nya?" Tanya Ali penasaran.
" Saat ini, hati saya belum bisa membuka untuk yang lainnya ya." Jawab dr. Fahira.
" Maaf ya dok, saya jadi membuat dokter bersedih deh."
" Tidak apa - apa Pak. Mbak Mika profesinya sebagai apa Pak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
