Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Zaki Mengambil Alih

136 1 0
                                        

" Kamu tau ga kenapa kamu bisa sakit?" Tanya Ali.

" Kenapa?"

" Karena dari kemarin aku belum mencium kamu. Mau aku cium? Nanti pasti habis ini badan kamu sedikit mendapatkan power."

Goda Ali pada Mika.

Mika memutar kedua bola matanya dengan enggan.

" Apa sih Ay." Rengek Mika lemas.

Tanpa basa - basi Ali segera mengecup bibir Mika yang terlihat sedikit pucat dan kering.

Tidak lupa dengan sedikit sentuhan lumatan.

" Nah, bibirnya jadi ga kering lagi kan? Bagaimana, segar? Atau jadi Power Rangers? Hahahaa.." Ledek Ali pada Mika.

" Ihh ngeledek mulu dari tadi. Jangan asal serobot dong, aku jadi ga ada persiapannya." Ucap Mika memanyunkan mulutnya.

" Kelamaan Ay, pakai persiapan segala." Jawab Ali.

" Tapi kan.... " Mika belum sempat menyelesaikan obrolannya, seseorang telah mengetuk pintu.

Tok,, tok,, tok,,

" Assalamu'alaikum." Ucap salam Zaki yang sudah membuka pintu kamar Mika.

" Waalaikumsalam." Sahut Ali dan Mika dengan kompak.

" Nah, aplusan dulu ya. Nanti aku balik lagi. Cuma sebentar kok mau tukar motor." Ali beranjak dari tempat duduknya.

Mika meraih tangan Ali untuk dicium punggung tangannya.

" Tinggal dulu ya Zak. Lo dinas apa hari ini?" Tanya Ali pada Zaki.

" Dinas malam bang." Sahut Zaki yang langsung duduk di kursi disebelah ranjang Mika.

" Oh berarti nyantai dong ya."

" Iya bang."

" Ya udah Gue cabut dulu, Assalamu'alaikum." Ucap Ali yang langsung berlalu.

Setelah Ali pergi dari pandangan Zaki dan Mika. Zaki mengusap pucuk kepala Mika.

" Kamu sakit apa sayang?" Tanya Zaki pada Mika.

" Biasa lah kecapean. Mungkin pas daya tahan tubuh aku lagi rendah makanya langsung deh jadi sakit." Ucap Mika.

" Hem, ya udah mudah - mudahan segera sembuh ya. Kamu berapa lama lagi libur kuliahnya?" Tanya Zaki.

" Masih semingguan lagi. Kamu ini ga apa - apa jagain aku pagi - pagi begini?" Tanya Mika.

" Ga apa - apa. Negara aja aku jagain, masa aku ga bisa jagain kamu." Sahut Zaki meledek.

Mika mengeluarkan cengiran nya.

" Sayang." Ucap Zaki.

" Iya."

" Menikah yuk." Ucap Zaki kembali.

Bagai petir menyambar disiang bolong. Mengapa dengan tiba - tiba Zaki mengajak Mika menikah.

" Aku kan belum selesai kuliah Ay." Jawab Mika.

" Ga apa - apa, menikah sambil kuliah juga bisa kan?" Jawab Zaki kembali.

" Tapi ay, aku mau menyelesaikan dulu kuliahnya. Tinggal setahun kok. Aku juga udah mulai mau buat karya ilmiah. Aku mau fokus dulu ya." Jelas Mika.

" Baiklah kalau begitu." Ucap Zaki yang langsung mengecup pipi Mika.

Dalam hati Mika, ia sangatlah bimbang. Dengan siapa ia akan menikah. Dengan Ali atau Zaki? Benar - benar membuatnya sakit kepala.

*

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang