" Aku cadangan kan? Jadi aku boleh mendapatkan kesempatan ini juga kan Mika?" Goda Zidan, yang langsung melumat lembut kembali tanpa memberikan Mika kesempatan untuk menjawab.
Tin! Tin! Tin!
Suara klakson terdengar sangat keras diluar sana.
Zidan dengan segera melepas lumatannya pada bibir Mika.
Mika merapikan penampilan nya yang sedikit berantakan lantaran aksi Zidan.
Zidan turut merapikan penampilannya dan segera menyambar kunci mobilnya.
Ia berlari kedepan karena pasti yang datang adalah Ali, ingin masuk kedalam halaman untuk parkir namun rupanya halaman parkir terisi oleh mobil Zidan.
" Sebentar Bang." Teriak Mika yang sudah berada di depan teras.
Zidan turut mengekori Mika dan langsung masuk kedalam mobilnya untuk memundurkannya.
Setelah mobil Zidan sudah mundur, barulah mobil Ali masuk kedalam halaman rumah.
Zidan memarkirkan mobilnya di tepi jalan tepat depan gerbang rumah. Lalu ia keluar dari mobil, berbarengan dengan Ali yang keluar dari mobilnya juga.
" Maaf ya bang." Sapa Zidan pada Ali.
" Santai Bro." Sahut Ali.
Mika yang dari tadi masih menunggu didepan teras langsung meraih tangan abang sepupunya yang kemudian diciumlah punggung tangan Ali.
" Bagaimana bang kasus Janice? Udah ada kabar selanjutnya?" Tanya Mika dengan penasaran.
" Dia benar ada di Jogja Mik. Aku sudah suruh anak buah untuk menyelidikinya." Jawab Ali yang langsung duduk diruang tamu.
" Jadi tante Dian ga salah lihat bang?" Tanya Mika kembali.
" Sepertinya ga Mik." Jeda. " Kamu udah belajar bikin kue sama Bundanya Zidan? Bagaimana hasilnya? Enak ga?" Tanya Ali sambil membuka jaket kulitnya.
" Jadi bang, ini baru pulang juga. Diantar sama Zidan." Jawab Mika yang langsung melirik ke arah Zidan, Zidan pun melirik ke arah Mika.
" Duduk bro." Jeda. " Terus kuenya mana? Ada ga? Pingin cobain." Ucap Ali pada Zidan dan Mika.
" Iya bang." Zidan langsung duduk di kursi seberang Ali.
" Ada bang, sebentar ya. Tapi kalau ga enak jangan complain ya. Telan aja. Hahhaaa." Jawab Mika yang langsung mengambil kue nya didalam lemari pendingin.
Mika berjalan membawa beberapa potong kue.
Ia meletakannya di meja ruang tamu.
" Bang mau minum apa?" Tanya Mika.
" Kopi aja Mik. Kamu mau minum apa bro?" Ucap Ali yang langsung bertanya kepada Zidan. Mika langsung berlalu membuatkan kopi untuk Ali.
" Ga usah bang, aku juga mau langsung pulang kok bang. Sudah mau maghrib juga." Jawab Zidan menolak.
Ali mengangguk pelan.
" Ya sudah kalau begitu aku pamit ya bang, Assalamu'alaikum." Jeda. " Mik, pulang dulu ya!" Ucap Zidan yang berpamitan pada Ali lalu lanjut berpamitan kepada Mika.
" Iya kak, terima kasih ya!" Teriak Mika.
" Wa'alaikumussalam, Hati - hati bro, terima kasih ya sudah menjemput dan mengantar Mika sampai rumah." Ucap Ali pada Zidan.
" Sama - sama bang." Zidan berlalu berjalan keluar dari rumah dan segera masuk ke dalam mobil serta melajukan mobilnya.
" Ini bang kopinya." Mika menyodorkan secangkir kopi hitam panas ke Ali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perawat Incaran Om-Om
RomanceMikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangkatan perawat. Pacarnya adalah seorang anggota Polri. Namun cintanya kandas menjelang 2 tahun sebelum pernikahannya. Namun ia mengakhiri hubun...
