Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Ciuman Hangat

679 5 0
                                        

“ Sebenarnya kitaa….”

“ Kita kenapa Bang..?”

“ Kita sudah dijodohkan oleh orang tua kita..” Ali mengeratkan pelukannya, dan sedikit menggesekkan tubuhnya ke tubuh Mika.

Sontak Mika terkejut, disambut dengan gelegar petir diluar sana.

“ Apa?” Mika mengernyitkan dahinya. Ia tampak tidak percaya denga napa yang Ali bicarakan.

Ali mengangguk pelan. Ia hanya pasrah jika nantinya Mika akan marah atau menjauhinya.

Mika merasakan kesedihan dan dadanya terasa sesak. Ia akhirnya pun meneteskan air matanya.

Ali yang sedari tadi memperhatikan wajah Mika tampak iba dan ia masih saja menindih tubuh mungil Mika.

Hingga kelamin mereka saling beradu satu sama lain.

“ Kamu sedih ya sayang. Kalau kamu tidak terima perjodohan ini ga apa-apa. Kamu bisa mencari jodoh kamu sendiri, dan aku dengan jodohku sendiri.” Ali tampak pasrah.

Disambutlah petir yang maha dahsyat, membuka Mika ketakutan dan memeluk Ali lebih kencang.

Mika menarik kepala Ali hingga menenggelamkan wajah Ali ke dalam buah dadanya yang empuk dan kenyal.

Deg!! Glek!!

Ali terkaget dan menelan ludahnya. Ia merasakan betapa nyaman wajahnya terbenam di bukit kembar milik sepupunya ini.

“ Kenapa kita harus di jodohkan?” Mika membuyarkan suasana tegang.

Mika tampak belum merasakan ada hal aneh yang Ali rasakan sejak tadi. Bahwa Ali sudah sangat menahan nafsu terutama juniornya yang semakin meronta ingin terbebas dari tempat persembunyiannya.

“ Aku ga tau Mika, kita jalani saja ya.” Sahut Ali yang mengembalikan wajahnya berhadapan dengan wajah Mika.

Mika mengangguk. Ia menatap langit-langit kamar. Entah apa yang ia pikirkan.

Ali terus memperhatikan wajah manis Mika yang sedang polos itu.

Ia mendekatkan wajahnya, dan mendaratkan kecupan singkat dibibir mungil Mika.

Mika terkejut dan melotot, karena Ali sudah mengecup bibirnya itu tanpa izin.

Kembali petir menyambar dengan kencang nya dan hujan semakin deras.

Tak ada penolakan dari Mika, mata Mika terus menatap mata Ali dengan sangat dalam.

Merasakan tidak ada penolakan dari Mika, Ali pun meraih punuk leher Mika dan lebih mendekatkan bibirnya dengan bibir Mika.

Semakin dekat dan akhirnya menyatu dengan sempurna.

Ali melumat dengan lembut. Terus dan terus hingga lama kelamaan membuat Mika menjadi sangat nyaman.

Anehnya tidak ada sedikitpun penolakan dari Mika.

Mika merespon Ali dengan lumatan yang cukup lumayan untuk seorang pemula. Ia mampu mengimbangi serangan demi serangan yang diberikan oleh Ali.

Ali semakin memburu, ia tampak ingin memuaskan nafsunya Bersama Mika mala mini.

Malam yang indah, ditemani hujan deras, tanpa ada orang lain di rumah nya.

Hanya mereka berdua, mereka bebas melakukannya.

“ Maaf.” Ucap Ali lirih, ia menatap Kembali mata Mika yang rupanya sangat menerima serangan dari nya.

Mika hanya mengangguk dan tersenyum.

Ali pun membalas senyuman Mika.

“ Kamu ga marah?” Tanya Ali menyakinkan kepada Mika.

Perawat Incaran Om-OmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang