PDKT sama Maretta, jadiannya sama Feby.
Meski tahu Januar menyukai cewek lain, tapi Feby tidak menyerah untuk membuat lelaki itu menyukainya. Dia melakukan segala cara untuk menarik perhatian Januar. Namun, sekeras apapun Feby berusaha, dia akan sel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kelakuan Januar yang membawa si putih di tasnya membuat gemas orang-orang yang melihatnya. Mereka sampai menghentikan langkah hanya untuk melihat kucing putih yang kini kepalanya menyembul di bagian resleting tas Januar yang terbuka.
Banyak yang melempar pertanyaan pada Januar tentang kucing itu. Mulai dari di mana dia menemukannya sampai milik siapa kucing itu.
Januar hanya menjawab seadanya. Dia bilang saja kalau dia menemukannya di kantin.
Entah siapa pemiliknya. Namun, jika melihat kucing itu yang kotor dan tidak terawat, sepertinya dia bukan kucing peliharaan. Januar menduga Si Putih itu kucing jalanan.
Tidak ingin membuat si kucing yang berada dalam tasnya pusing, Januar berusaha pelan di setiap gerakannya. Termasuk saat dia menaiki motornya agar tasnya tidak terlalu berguncang.
Motor Januar melaju dengan kecepatan sedang setelah berhasil keluar dari area parkir. Khusus hari ini saja dia harus lebih sabar.
Jika tidak mengingat sedang membawa anak barunya, dia pasti akan mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi seperti yang biasanya dia lakukan.
Jujur, Januar takut kucingnya kenapa-kenapa. Sebelum ini dia tidak pernah membawa hewan apa pun dalam tasnya. Namun, jika tidak dimasukkan ke dalam tas, bagaimana dia membawa kucing itu pulang?
Entah sudah berapa kali Januar melirik spion hanya sekedar untuk memastikan kucingnya tidak jatuh, atau kemungkinan paling parah kucing itu melompat dari tasnya dan turun ke jalanan.
Kalau dia langsung berlari ke tepi jalan, sih, Januar tidak masalah. Berarti kucingnya memang tidak mau ikut dengannya. Yang dia khawatirkan adalah jika kucing itu turun ke jalanan di saat jalanan sedang ramai. Takutnya kucing itu terluka atau keberadaannya mengganggu pengendara lain.
Tujuan pertama Januar setelah ini adalah ke pet salon. Dia harus membersihkan kucingnya agar kucingnya lebih bersih dan terawat. Dia yakin Si Putih itu akan tampak cantik dan menggemaskan jika bulunya sudah bersih.
Damar dan yang lainnya tadi kurang welcome pada kucing itu juga karena kondisi Si Putih yang masih kotor.
Januar maklum karena dia cukup mengenal teman-temannya. Tidak hanya kucing, mereka juga tidak mau menyentuh apa pun yang kotor dan berdebu. Mereka pasti mau bermain dengan Si Putih kalau Si Putih sudah bersih.
Januar menghentikan motornya sesampainya di area parkir sebuah pet salon yang alamatnya baru saja dia cari di Google.
Pet salon ini bisa dibilang recommended karena penilaiannya sangat bagus. Dia mendapat 4,9 bintang di Google. Komentar orang yang pernah memakai jasanya pun bagus-bagus.
Turun dari motor, Januar kembali mengecek tasnya untuk melihat apakah kucingnya masih berada di tempat tadi dia menaruhnya. Seolah benar-benar ingin ikut Januar, kucing itu masih anteng di dalam tas.