38. Pacar Posesif

11.4K 538 8
                                        

“Lo nggak mau jalan-jalan dulu habis promosi?” tanya Januar setelah menjalankan mobilnya keluar area parkir

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Lo nggak mau jalan-jalan dulu habis promosi?” tanya Januar setelah menjalankan mobilnya keluar area parkir. Mereka akan menunggu tim marketing di dekat gerbang keluar.

“Nggak.”

“Kenapa?” Januar menoleh sekilas.

“Ada acara.”

Feby menjawab semua pertanyaan Januar tanpa menoleh sedikit pun. Dia masih gugup karena apa yang Januar lakukan beberapa menit yang lalu. Jantungnya masih berdebar kencang.

Ternyata pengaruh Januar masih sebesar itu meskipun kini Feby sedang kesal pada cowok itu.

Sampai di dekat gerbang, Januar memarkirkan mobil Feby di bawah sebuah pohon sambil menunggu tim marketing siap. Ini kesempatan juga untuk Januar bertanya lebih lanjut tentang jawaban Feby barusan yang cukup mengganggu pikirannya.

Januar mengalihkan perhatian sepenuhnya pada Feby yang sedang menatap lurus ke depan. “Acara apa?” tanyanya menuntut.

Nada bicara Januar yang terdengar mendesak membuat Feby terkejut. Dia sontak menoleh hingga mereka kini bertatapan.

Kenapa Januar terlihat kesal padahal tidak ada dari jawaban Feby yang berpotensi memancing amarahnya?

Yang ada di pikiran Januar memang tidak sesederhana jawaban yang diberikan Feby. Feby hanya mengatakan jika dia ada acara, tapi di otak Januar langsung memikirkan banyak hal. Acara apa itu? Dengan siapa Feby akan menghadirinya? Apakah dengan Aprilio?

Pertanyaan-pertanyaan itu tanpa bisa ditahan sudah berseliweran di pikirannya dan membuat Januar tidak tenang.

Feby sedang marah padanya jadi Januar tidak bisa melarang cewek itu dekat-dekat dengan Aprilio seperti biasanya. Jika dia nekat melakukan itu yang ada Feby akan semakin marah.

“Tidur siang,” jawab Feby santai.

Januar bernafas lega karena dugaannya tidak benar. Namun, di sisi lain dia merasa heran dengan jawaban Feby. Meski tidak begitu tahu semua hal tentang Feby, tapi Januar tahu kalau cewek itu tidak terlalu suka berdiam diri di rumah.

Feby tipe cewek ekstrover yang akan lebih memilih menghabiskan hari liburnya di luar rumah daripada hanya tiduran di dalam rumah. Entah sejak kapan juga Januar menyadarinya.

Januar ingat saat Feby main ke unitnya karena bosan sendirian di dalam unit kakaknya. Feby yang dia kenal memang seperti itu. Dia tidak terlalu suka sendirian dan berada di dalam ruangan. Dia lebih suka suasana outdoor bersama seseorang.

“Tumben? Biasanya lo lebih suka main.”

“Lagi malas.”

Tidak ada pembicaraan lagi setelah itu. Mereka berdua sama-sama diam hingga suasana terasa senyap dan canggung.

Untung saja tidak lama dari itu mobil tim marketing muncul dan melaju keluar gerbang. Januar kembali melajukan mobilnya mengikuti mereka. Di belakangnya, mobil Loly dan motor Arfil juga turut mengikuti.

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang