75. Is She Okay?

4.4K 370 14
                                        

Januar melangkah keluar dari kamar mandi dengan tubuh dalam keadaan lembab

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Januar melangkah keluar dari kamar mandi dengan tubuh dalam keadaan lembab. Tangannya bergerak mengusap-usapkan handuk pada rambutnya yang masih basah.

Tubuhnya yang tadi terasa capek dan lengket sekarang terasa segar dan ringan. Otot-ototnya yang kaku seketika melemas setelah diguyur air. Sekarang waktunya istirahat setelah seharian penuh bekerja.

Menemani om sekaligus bosnya ke luar kota ternyata tidak semenyenangkan yang Januar kira. Dia memang tidak jenuh seperti biasanya saat terus berhadapan dengan layar laptop setiap harinya, tapi business trip ini membuat rasa capeknya bertambah dua kali lipat.

Jika biasanya dia hanya duduk saja saat di kantor, kini dia harus berpindah-pindah tempat dan berjalan kaki dengan jarak lumayan jauh menelusuri kebun kopi.

Namun, dia tidak menyesali keputusannya untuk ikut omnya ke Flores. Meskipun capek, tapi dia juga mendapat tambahan pengetahuan dan pengalaman mengenai bisnis yang sedang omnya jalani ini.

Setelah memroduksi kopi instan, omnya itu kini berencana melebarkan usahanya dengan membuka kafe dan Coffee’ind Mart yang akan menjual segala macam produk yang berbahan dasar kopi yang diproduksi perusahaannya. Mulai dari kopi instan, pengharum ruangan, sampai parfum aroma kopi. Rencana itu diungkapkan omnya saat mereka makan malam satu jam yang lalu.

Januar meletakkan handuknya di gantungan saat merasa rambutnya sudah lembab, lalu merebahkan tubuhnya di kasur hotel.

Rasanya sangat nyaman. Capek yang menggelayuti tubuhnya perlahan reda. Untuk sesaat dia menikmati kenyamanan itu sambil menatap langit-langit kamar. Matanya lalu terpejam.

Sebenarnya Januar sudah mengantuk, tapi ada hal yang harus dia lakukan terlebih dahulu sebelum tidur agar tidurnya nyenyak dan mimpinya indah. Apalagi jika bukan stalking media sosial Feby.

Baru tiga hari Januar tidak bertemu cewek itu, tapi dia sudah merasa kangen. Padahal dia masih harus di sini empat hari lagi sebelum bisa kembali pulang.

Januar tidak tahu apakah Feby merasakan hal yang sama atau malah bahagia karena tidak ada tetangga yang mengganggunya seperti biasanya.

Tidak ada update apa pun dari Feby di WA, jadi Januar beralih ke Instagram. Tanpa sadar senyumnya timbul hanya dengan melihat foto profil Feby yang tampak cantik.

Di foto itu Feby tidak menunjukkan ekspresi apa pun selain tatapan tajam yang mengarah pada kamera. Wajahnya datar-datar saja, tapi tidak mengurangi pesona yang dia miliki. Sementara make up-nya dibuat tebal seperti american look.

Feby terlihat lebih dewasa di foto itu dibanding kesehariannya saat keluyuran di apartemen dengan memakai piyama Spongebob.

Januar memencet foto profilnya untuk mengetahui instastory yang Feby buat hari ini.

Apa yang Januar lakukan ini sama seperti yang dia lakukan saat Feby masih kuliah di Sidney dulu karena cara itu yang bisa membuatnya bisa mengetahui kabar Feby. Instastory itu juga yang sedikit mengobati rindu Januar pada cewek itu.

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang